Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik saat menjelaskan perubahan ketentuan saham yang memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • Bursa Efek Indonesia memperbarui metodologi pengawasan transaksi untuk menyaring saham berkapitalisasi di atas Rp10 triliun dengan indikator baru.
  • Implementasi sistem pengawasan tersebut menghasilkan penambahan 37 emiten, sehingga kini terdapat 51 saham dalam daftar konsentrasi kepemilikan tinggi.
  • Emiten yang masuk dalam kategori konsentrasi kepemilikan tinggi resmi dikeluarkan dari perhitungan indeks utama seperti LQ45 dan IDX30.

Suara.com - Otoritas bursa dalam negeri resmi melakukan pembaruan pada sistem pengawasan transaksi pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan langkah revisi terhadap metodologi penentuan High Shareholding Concentration (HSC), yakni sebuah standardisasi yang digunakan untuk menyaring dan mengidentifikasi saham-saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang terlampau tinggi.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan bahwa pembaruan metodologi ini difokuskan untuk menyaring seluruh saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar (market cap) di atas kisaran Rp10 triliun.

Dalam sistem pengawasan yang baru ini, otoritas menyematkan satu indikator tambahan, yaitu price impact ratio. Melalui indikator tersebut, saham-saham dengan kapitalisasi jumbo yang menunjukkan angka price impact ratio tinggi akan langsung masuk ke dalam proses penapisan lanjutan guna mendeteksi ada tidaknya indikasi konsentrasi kepemilikan.

Langkah ini disampaikan langsung oleh Jeffrey dalam sesi konferensi pers yang berlangsung di Gedung BEI pada Selasa. Ia menjelaskan bahwa manajemen bursa senantiasa mengimplementasikan berbagai faktor pemicu (trigger factors) dalam menjalankan fungsi pengawasan operasional harian.

Aturan-aturan ini berlaku mengikat untuk seluruh emiten secara insidental sesuai dengan kebutuhan kondisi pasar.

Berdasarkan implementasi formula baru tersebut, otoritas menemukan adanya 37 emiten baru yang memenuhi indikasi kriteria kepemilikan terkonsentrasi.

Penambahan tersebut secara otomatis mendongkrak akumulasi emiten yang masuk dalam radar HSC, dari yang semula berjumlah lebih sedikit kini membengkak menjadi total 51 saham.

Pihak bursa menjadwalkan rilis daftar lengkap emiten yang masuk dalam kategori baru tersebut sesaat setelah sesi perdagangan saham ditutup.

Jeffrey menggarisbawahi bahwa pembaruan instrumen pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen reformasi struktural terintegrasi yang dijalankan BEI secara berkala.

baca juga

Pembenahan sistem pengawasan ini dinilai krusial untuk menjaga integritas pasar, sekaligus menciptakan iklim transaksi saham yang teratur, efisien, dan wajar di Indonesia.

Di samping memperketat pemantauan, otoritas bursa juga mengambil langkah tegas terkait penyusunan portofolio indeks. BEI telah menetapkan kebijakan bahwa seluruh emiten yang terbukti masuk dalam kategori High Shareholding Concentration tidak akan diikutsertakan ke dalam jajaran indeks saham utama di bursa.

Konsekuensinya, saham-saham tersebut dipastikan absen dari perhitungan indeks likuid dan prestisius seperti LQ45, IDX30, maupun indeks acuan utama lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Terkini

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:37 WIB

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:19 WIB

×