Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

ILO Survei 571 UMKM Saat Pandemi; 52 Persen Kehilangan Pendapatan

Chandra Iswinarno, Erick Tanjung

Rabu, 03 Juni 2020 | 17:06 WIB
ILO Survei 571 UMKM Saat Pandemi; 52 Persen Kehilangan Pendapatan
UD Nagata Tuna di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. (Dok : LPDB)

Suara.com - Wabah Covid-19 berdampak besar terhadap dunia kerja, baik terhadap perusahaan maupun pekerja, terutama mereka yang berada di sektor perekonomian informal. Namun seberapa besar pandemi terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)?

Program mengenai Kesinambungan Daya Saing dan Tanggung Jawab Perusahan (SCORE) Indonesia ILO, bersama dengan para konstituen dan mitra pelaksananya melakukan survei terhadap 571 perusahaan pada April 2020. Hasil survei menunjukan kesulitan yang belum pernah dihadapi perusahaan sebelumnya akibat pandemi.

Manajer Proyek SCORE-International Labour Organization (ILO) Indonesia, Januar Rustandie mengatakan dua dari tiga perusahan yang disurvei menghentikan operasinya baik secara sementara maupun permanen.

Tiga persen dari perusahaan yang disurvei menghentikan usaha mereka secara permanen, dengan perusahaan- perusahaan kecil menanggung beban krisis yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang lebih besar.

Pendapatan perusahaan menurun drastis. Lebih dari seperempat perusahaan yang disurvei dilaporkan kehilangan lebih dari setengah pendapatan mereka.

"Sekitar 52 persen perusahaan kehilangan pendapatan hingga lebih dari 50 persen dan terpaksa mereka memberhentikan sebagian karyawan," kata Januar dalam diskusi daring yang diselenggarakan AJI Jakarta bekerjasama dengan ILO Indonesia, Rabu (3/6/2020).

Dia menjelaskan, wabah Covid-19 berdampak besar terhadap ketenagakerjaan. Sekitar 63 persen perusahaan yang disurvei telah mengurangi jumlah pekerja dan lebih banyak perusahaan berencana melakukan hal yang sama.

Jutaan pekerja Indonesia mengambil cuti atau mengalami pemberhentian kerja sementara.

"Jumlah pekerjaan yang berisiko terus bertambah akibat perusahaan melakukan pengurangan atau menutup kegiatan usaha," ujarnya.

baca juga

Perusahaan-perusahaan menyerukan perlunya bantuan pemerintah untuk bertahan dan beradaptasi dengan persyaratan melakukan jaga jarak sosial. Mayoritas perusahaan memerlukan bantuan yang mendesak dalam arus kas untuk bertahan.

Selain itu mengurangi biaya usaha dengan bentuk subsidi upah dan sewa, misalnya, akan meningkatkan peluang untuk bertahan.

"Mereka butuh bantuan dari pemerintah terkait stimulus keuangan, dan perlindungan karyawannya," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Subsidi Bunga Pinjaman untuk 60 Juta Debitur UMKM

Pemerintah Subsidi Bunga Pinjaman untuk 60 Juta Debitur UMKM

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2020 | 14:47 WIB

New Normal: Menakar Perspektif UMKM

New Normal: Menakar Perspektif UMKM

Your Say | Rabu, 03 Juni 2020 | 13:33 WIB

Baleg DPR Serap Masukan Pakar Ekonomi dalam Bahas RUU Cipta Kerja

Baleg DPR Serap Masukan Pakar Ekonomi dalam Bahas RUU Cipta Kerja

DPR | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:15 WIB

Strategi UMKM dalam Menghadapi New Normal

Strategi UMKM dalam Menghadapi New Normal

Your Say | Rabu, 27 Mei 2020 | 13:41 WIB

Pemerintah Diminta Dongkrak Daya Beli dari Sektor UMKM dan IKM

Pemerintah Diminta Dongkrak Daya Beli dari Sektor UMKM dan IKM

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2020 | 22:13 WIB

BUMN Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

BUMN Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2020 | 08:55 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×