Kepala Bappenas Sedih Penanganan Covid-19 Jauh dari Harapan

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 22 Juni 2020 | 16:19 WIB
Kepala Bappenas Sedih Penanganan Covid-19 Jauh dari Harapan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. [Suara.com/Yosea Arga P]

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengakui bahwa penanganan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia masih jauh dari harapan, mulai dari tes massal Covid-19 yang dilakukan pemerintah hingga penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

Semisal dari rapid test atau uji cepat untuk melacak infeksi virus yang bernama SARS-CoV-2 yang ia nilai belum begitu maksimal dilakukan, sehingga penyebaran virusnya masih belum terkendali.

"Seharusnya jumlah penduduk yang dites dalam rangka surveillance (pengawasan) menurut standad WHO kita jauh ketinggalan. Kita seharusnya bisa mencapai 30 ribu per minggu, tapi hari ini kita baru sampai di 11 ribu," kata Suharso dalam rapat bersama dengan Komisi XI DPR RI, Senin (22/6/2020).

Suharso menyebut, Presiden mengamanatkan paling tidak sampai 20 ribu tes per minggu, tapi dirinya meyakini bisa melakukan tes hingga 27 ribu per minggu.

"Kami telah menghitung kapasitas kita itu bisa sampai 27 ribu per hari dan sayangnya sekarang kita masih di 11-12 ribu. Itu pun ada time delay antara orang yang dites hari ini, itu belum tentu diumumkan 2-3 hari ke depan. Bisa jadi minggu depan. Ini mengakibatkan data-data kita utamanya terjadi di Jawa Timur. Ini mengejutkan kita," kata Suharso.

Keadaan ini kata Ketum Partai PPP ini, cukup menggambarkan bahwa sistem kesehatan nasional Indonesia cukup mengkhawatirkan.

"Ini mengingatkan kita bahwa kita adalah yang juara ke-3 dalam hal TBC. TBC kita ini sekarang hampir 900 ribu pasien. 14-15 orang wafat per jam. Jadi kalau ada orang yang gelisah karena ada kematian di tingkat covid, kalau kematian di TBC itu diumumkan, saya kira banyak orang Indonesia akan gelisah. Jadi, ini paradoks bagi kita di tengah kita ingin berperang menurunkan daya tular TBC itu," paparnya.

Begitu juga dengan sistem perlindungan sosial, seperti penyaluran bantuan sosial saat pandemi yang ia sebut tak begitu tepat sasaran.

"Saya pernah secara fisik memberikan bantuan itu kepada yang berhak bersama menteri sosial dan kami mendiskusikan dengan kepala daerah bahwa memang ada data yang missing. Ibu menkeu kemarin mengatakan dari hasil survei hanya 30-40 persen yang tepat sasaran," katanya.

baca juga

"Jadi banyak PR yang akan kita mulai di 2021 termasuk reformasi sistem ketahanan bencana karena ada yang sifatnya non fisik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Corona Uang Rp 362 Triliun Tak Berputar di Masyarakat

Gara-gara Corona Uang Rp 362 Triliun Tak Berputar di Masyarakat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2020 | 15:00 WIB

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Tertinggi di Indonesia, Jatim Nomor Satu

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Tertinggi di Indonesia, Jatim Nomor Satu

News | Minggu, 21 Juni 2020 | 18:07 WIB

Curi ATM dan Kuras Uang Teman Sendiri, Polisi Tangkap Bidan di Medan

Curi ATM dan Kuras Uang Teman Sendiri, Polisi Tangkap Bidan di Medan

News | Jum'at, 19 Juni 2020 | 21:22 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×