Semester I 2020, Laba Bersih BCA Turun 4,8 Persen Jadi Rp 12,2 Triliun

Pebriansyah Ariefana | Achmad Fauzi
Semester I 2020, Laba Bersih BCA Turun 4,8 Persen Jadi Rp 12,2 Triliun
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja. [Suara.com/Mohammad Fadil Djailani]

Penurunan laba ini tak luput karena adanya pandemi virus corona yang mempengaruhi kinerja kredit perseroan.

Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih pada semester I 2020 sebesar Rp 12,2 triliun. Laba tersebut turun 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebesar Rp 12,9 triliun.

Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja mengatakan, penurunan laba ini tak luput karena adanya pandemi virus corona yang mempengaruhi kinerja kredit perseroan.

Namun meski turun, ia mengungkapkan, laba sebelum provisi dan pajak perseroan masih baik sebesar Rp 21,5 triliun atau tumbuh 15,8 persen (yoy).

"Komponen laba ada dari sebelum dipotong provisi dan pajak, jadi itu merupakan dari hasil operasional. Kalau dilihat di situ, seperti yang tadi dipaparkan saya kira itu masih bagus," ujar Jahja dalam konferensi pers secara virtual, Senin (27/7/2020).

Selain itu, lanjut Jahja, penurunan laba ini karena perseroan menyiapkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp 6,5 triliun.

"Kita harus mempersiapkan pencadangan yang cukup, kita juga enggak mau kaget-kaget. Sebab itu kita juga menyiapkan CKPN yang memadai sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita ke depan. Jadi kita tidak melupakan untuk terus melakukan pencadangan sesuai dengan kemampuan tentunya," ucap Jahja.

Dari sisi kinerja Kredit, ungkap Jahja, pada semester I alami pertumbuhan sebesar 5,3 persen (yoy) menjadi Rp 595,1 triliun. Pertumbuhan kredit ini ditunjang oleh kredit korporasi yang juga meningkat 17,7 persen (yoy) sebesar Rp 257,9 triliun.

Sementara kredit komersial dan UKM turun 0,9 persen (yoy) menjadi Rp 184,6 triliun.

Pada portofolio kredit konsumer, KPR tumbuh flat 0,3 persen (yoy) menjadi Rp 91,0 triliun dan KKB turun 11,9 persen (yoy) menjadi Rp 42,5 triliun.

Saldo outstanding kartu kredit turun 18,6 persen (yoy) menjadi Rp 10,6 triliun akibat penurunan konsumsi domestik.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS