Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Ini Strategi Bank BTN Buat Raih Laba di Atas Rp 1,1 Triliun

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 03 Agustus 2020 | 18:00 WIB
Ini Strategi Bank BTN Buat Raih Laba di Atas Rp 1,1 Triliun
Logo Bank BTN

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BTN) menargetkan bisa meraih laba bersih di atas Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah dipatok sebesar Rp 1,1 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury menyatakan, pihaknya optimis bisa meraih laba bersih di atas RBB, sebab pada semester I 2020 perseroan telah mencatatkan laba sebesar Rp 768 miliar. 

"Kalau melihat RBB kita ada dikisaran Rp 1,1 triliun yang masuk ditahun ini. Tapi melihat kondisi semester pertama sudah Rp 768 miliar kita optimis revisi bisa melampaui dari angka itu. Kalau melihat di triwulan-triwulan yang sudah ada kita yakin bsa melampaui," ujar Pahala dalam konferensi pers secara virtual, Senin (3/8/2020).

Menurut Mantan Direktur Keuangan Pertamina, untuk mencapai target laba tersebut, Bank BTN terus melanjutkan strategi 5 Fokus dan 8 Inisiatif. 

Adapun strategi tersebut yaitu perseroan terus terus memupuk pencadangan, likuiditas, sambil memacu bisnis dengan asas kehati-hatian di masa pandemi sesuai dengan delapan inisiatif perseroan.

"Dengan strategi tersebut, bisnis Bank BTN diyakini masih akan terus bertumbuh dan mencetak laba di semester II/2020 nanti," ucap dia.

Selain itu, lanjutnya, adanya pelonggaran PSBB, telah mendorong segala sektor, sehingga menopang bisnis Bank BTN. Apalagi penempatan dana dari pemerintah ikut membantu penyaluran kredit Bank BTN.

"Akhir Juni likuiditas juga mulai membaik, ini karena kebijakan pemerintah yang sudah dikeluarkan. Kami juga mendapat dana dari pemerintah yang ditempatkan di BTN sebesar Rp 5 triliun. Kondisi likuiditas kita membaik. Rasio CAR (modal) juga membaik," ungkapnya.

Selain laba, Pahala juga menargetkan penyaluran kredit lebih tinggi dibandingkan dengan akhir tahun lalu yaitu bisa tumbuh sekitar 4-5 persen hingga akhir tahun.

"Kredit saya rasa bisa tumbuh 4-5 persen di 2020. Saat ini kondisi likuiditas dipasar membaik secara umum. Memang terjadi perlambatan permintaan kredit baru, tapi likuiditas di market ada perbaikan," tutup Pahala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengajuan KPR di BTN Mulai Kembali Bergairah

Pengajuan KPR di BTN Mulai Kembali Bergairah

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 16:03 WIB

Semester I 2020, Laba BTN Anjlok 40 Persen Dibanding Tahun Lalu

Semester I 2020, Laba BTN Anjlok 40 Persen Dibanding Tahun Lalu

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 15:08 WIB

Cetak Sejarah, PT BULL Tbk Catat Kenaikan Laba Bersih hingga 350 Persen

Cetak Sejarah, PT BULL Tbk Catat Kenaikan Laba Bersih hingga 350 Persen

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2020 | 11:18 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB