Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Ini Strategi Bank BTN Buat Raih Laba di Atas Rp 1,1 Triliun

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 03 Agustus 2020 | 18:00 WIB
Ini Strategi Bank BTN Buat Raih Laba di Atas Rp 1,1 Triliun
Logo Bank BTN

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BTN) menargetkan bisa meraih laba bersih di atas Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah dipatok sebesar Rp 1,1 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury menyatakan, pihaknya optimis bisa meraih laba bersih di atas RBB, sebab pada semester I 2020 perseroan telah mencatatkan laba sebesar Rp 768 miliar. 

"Kalau melihat RBB kita ada dikisaran Rp 1,1 triliun yang masuk ditahun ini. Tapi melihat kondisi semester pertama sudah Rp 768 miliar kita optimis revisi bisa melampaui dari angka itu. Kalau melihat di triwulan-triwulan yang sudah ada kita yakin bsa melampaui," ujar Pahala dalam konferensi pers secara virtual, Senin (3/8/2020).

Menurut Mantan Direktur Keuangan Pertamina, untuk mencapai target laba tersebut, Bank BTN terus melanjutkan strategi 5 Fokus dan 8 Inisiatif. 

Adapun strategi tersebut yaitu perseroan terus terus memupuk pencadangan, likuiditas, sambil memacu bisnis dengan asas kehati-hatian di masa pandemi sesuai dengan delapan inisiatif perseroan.

"Dengan strategi tersebut, bisnis Bank BTN diyakini masih akan terus bertumbuh dan mencetak laba di semester II/2020 nanti," ucap dia.

Selain itu, lanjutnya, adanya pelonggaran PSBB, telah mendorong segala sektor, sehingga menopang bisnis Bank BTN. Apalagi penempatan dana dari pemerintah ikut membantu penyaluran kredit Bank BTN.

"Akhir Juni likuiditas juga mulai membaik, ini karena kebijakan pemerintah yang sudah dikeluarkan. Kami juga mendapat dana dari pemerintah yang ditempatkan di BTN sebesar Rp 5 triliun. Kondisi likuiditas kita membaik. Rasio CAR (modal) juga membaik," ungkapnya.

Selain laba, Pahala juga menargetkan penyaluran kredit lebih tinggi dibandingkan dengan akhir tahun lalu yaitu bisa tumbuh sekitar 4-5 persen hingga akhir tahun.

"Kredit saya rasa bisa tumbuh 4-5 persen di 2020. Saat ini kondisi likuiditas dipasar membaik secara umum. Memang terjadi perlambatan permintaan kredit baru, tapi likuiditas di market ada perbaikan," tutup Pahala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengajuan KPR di BTN Mulai Kembali Bergairah

Pengajuan KPR di BTN Mulai Kembali Bergairah

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 16:03 WIB

Semester I 2020, Laba BTN Anjlok 40 Persen Dibanding Tahun Lalu

Semester I 2020, Laba BTN Anjlok 40 Persen Dibanding Tahun Lalu

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 15:08 WIB

Cetak Sejarah, PT BULL Tbk Catat Kenaikan Laba Bersih hingga 350 Persen

Cetak Sejarah, PT BULL Tbk Catat Kenaikan Laba Bersih hingga 350 Persen

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2020 | 11:18 WIB

Terkini

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Industri Kretek Indonesia Terancam Mati

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:27 WIB

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:56 WIB

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:04 WIB

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:47 WIB

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB