Rupiah Bakal Menguat Mengikuti Hasil Data Ekonomi Manufaktur yang Membaik

Dwi Bowo Raharjo | Achmad Fauzi
Rupiah Bakal Menguat Mengikuti Hasil Data Ekonomi Manufaktur yang Membaik
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5).

Pagi ini sentimen aset berisiko terlihat membaik dengan data-data indeks aktivitas manufaktur.

Suara.com - Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan rupiah pada Selasa ini bisa berbalik menguat terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, pada pagi ini sentimen aset berisiko terlihat membaik dengan data-data indeks aktivitas manufaktur.

Beberapa negara yang disurvei Markit seperti Jepang, China, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Inggris, Zona Euro, US, termasuk Indonesia dirilis lebih bagus dari prediksi yang mengindikasikan pemulihan.

"Sentimen ini mungkin bisa membantu penguatan rupiah hari ini di tengah kondisi pandemi yang belum membaik dengan potensi support di Rp 14.550 dan resisten di Rp 14.700," ujar Ariston dalam riset hariannya, Selasa (4/8/2020).

Berdasarkan data Bloomberg pergerakan rupiah pada Senin (3/8/2020) kemarin berada di level Rp 14.630 per dolar.

Level itu melemah dibanding pergerakan Kamis pekan sebelumnya di level Rp 14.600 per dolar AS.

Sementara berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Senin kemarin berada di level Rp 14.713 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Kamis pekan sebelumnya yang di level Rp 14.653 per dolar AS.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS