Array

Selamatkan Ekonomi saat Pagebluk, Jokowi Minta Ini ke Menteri Luhut

Senin, 24 Agustus 2020 | 14:36 WIB
Selamatkan Ekonomi saat Pagebluk, Jokowi Minta Ini ke Menteri Luhut
Presiden Joko Widodo (kanan). [ANTARA FOTO]

Suara.com - Presiden Jokowi meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk mendongkrak naik pertumbuhan ekonomi pada  kuartal ketiga 2020.

"Saya minta Pak Menko Maritim yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita di kuartal ketiga," ujar Jokowi dalam arahan rapat terbatas mendengarkan Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Youtube Sekretariat Presiden, Senin (24/8/2020).

Kata Jokowi, selain konsumsi domestik, investasi juga menjadi satu kunci perekonomian Indonesia agar kembali pulih.

"Kuncinya selain konsumi domestik, hanya 1 yang penting lagi, jangan sampai investasi tumbuhnya minus di atas 5 persen, karena kemarin kita tumbuh berapa? minus 8, usahakan betul-betul bisa di (digenjot), kalau nggak bisa plus, jangan sampai minus di atas 5," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengakui, sudah berkomunikasi dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk memastikan target investasi di kuartal ketiga diangka Rp 213 triliun. 

Menurut Jokowi, jika angka tersebut terealisasi penuh, dapat mendongrak perekonomian domestik. 

"Tadi malam saya udah ngomong banyak dengan kepala BPKM pak Bahlil sudah menyanggupi sanggup pak Rp 213 triliun, ini betul-betul terealisasi, agar mendongkrak growth kita karena itu satu kuncinya, untuk meningkatkan ekspor sulit pasarnya, konsumsi domestik daya beli juga," kata dia.

Tak hanya itu, Kepala Negara menyebut laporan penerimaan pajak pada bulan Juli stuck atau tidak bergerak.

Bahkan, konsumsi masyarakat yang juga tidak bisa tumbuh lebih tinggi terkendala aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Baca Juga: Jokowi Kantongi Komitmen 290 Juta Vaksin, Jika Berlebih Bisa Dijual ke Luar

"Informasi ke bapak ibu semua penerimaan pajak di bulan Juli mulai stuck lagi, tidak gini tapi gini, ini menunjukkan daya beli masyarakat sudah mentok lagi karena terkendala misalnya restoran hanya buka 50 persen, tempat wisata, okupansi hotel juga belum bisa tinggi," ucap dia.

"Saya kira tidak apa-apa tapi harus ada jurus lain yang bisa kita lakukan yaitu dengan meningkatkan investasi agar kuartal ketiga bisa mengungkit, saya kira kuncinya di investasi," sambungnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi meminta jajaran terkait untuk melakukan pemulihan ekonomi dengan skema tunai transfer. Sehingga kata Jokowi bantuan langsung tunai bisa langsung diterima masyarakat.

"Saya minta dipercepat, BLT desa, bansos tunai, BNPT (Bantuan Non Pangan Tunai) yang sudah ditambah, hari ini Banpres produktif, bantuan untuk subsidi gaji, karena yang terbanyak terkendala urusan data, urusan account di bank. Sehingga nanti kita harapkan pertengahan Agustus sampai pertengahan September sudah selesai sehingga bisa mengungkit growth kita," katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI