Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Belanja Iklan di Media Massa Turun Jadi Rp 122 Triliun Selama Pandemi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 25 Agustus 2020 | 16:30 WIB
Belanja Iklan di Media Massa Turun Jadi Rp 122 Triliun Selama Pandemi
ilustrasi iklan TV [shutterstock]

Suara.com - Belanja iklan pada medio Januari – Juli 2020 tercatat mencapai Rp 122 triliun, namun trennya melambat dari bulan ke bulan, terutama dalam 3 bulan terakhir April, Mei dan Juni karena pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Executive Director Nielsen Media (Indonesia) Hellen Katherina dalam konfrensi pers secara virtual, Selasa (25/8/2020).

"Sepanjang Januari hingga Juli belanja iklan di seluruh media mencapai Rp 122 triliun," ungkap Hellen.

Hellen menjelaskan, belanja iklan di media TV masih menjadi yang nomor satu dengan porsi mencapai Rp 88,2 triliun, media website berada di posisi kedua dengan capaian Rp 24,2 triliun, media cetak di posisi ketiga dengan Rp 9,6 triliun dan media radio di urutan buncit dengan capaian Rp 604 miliar.

Jika dilihat dari bulan ke bulan, Hellen mengatakan adanya fluktuasi belanja iklan, namun di lihat dari kuartal kedua mulai tertekan dan mengalami penurunan

"Belanja Iklan di kuartal satu masih positif, namun tertekan di kuartal kedua dan bulan Juni mulai menguat kembali," papar Hellen.

Dirinya menjelaskan pada Januari 2020, total belanja iklan baik di TV, media cetak dan digital mencapai Rp 15,3 triliun.

Capaian belanja itu naik sedikit pada bulan berikutnya sebesar Rp 17,3 triliun dan pada Maret lalu mencapai Rp 20,3 triliun.

Namun, belanja itu kemudian perlahan menurun saat memasuki April dengan ambles 14 persen atau hanya mencapai Rp 17,7 triliun, sementara bulan Mei mengalami stagnansi 0 persen di angka Rp 17,6 triliun.

Kemudian pada bulan Juni turun kembali 11 persen di angka Rp 11,7 triliun dan kembali menguat pada bulan Juli dengan naik 17 persen di angka Rp 18,3 triliun.

Menurut Hellen, masih tingginya iklan di media televisi disebabkan oleh jangkauan televisi yang luas. Survei Nielsen membuktikan, 96 persen dari konsumen di Indonesia masih menonton televisi setiap hari.

Dalam hal produk, kata Hellen, jenis iklan yang paling mendominasi sepanjang bulan Juli di situs perdagangan elektronik atau e-commerce tumbuh 73 persen menjadi Rp 2,5 triliun dan produk perawatan dengan 161 persen menjadi Rp 1,4 triliun.

"Kenaikan belanja iklan di produk perawatan, seperti produk kesehatan seperti produk sabun, handsanitizer untuk menyambut kebiasaan new normal," katanya.

Sementara itu, belanja iklan untuk promosi produk perawatan rambut tumbuh 51 persen menjadi Rp 1,1 triliun, produk permen tumbuh 69 persen menjadi Rp 665 miliar dan kopi tumbuh 28 persen menjadi Rp 731 miliar.

Adapun belanja iklan untuk produk rokok turun 27 persen menjadi Rp 495 miliar, makanan instan tumbuh 54 persen menjadi Rp 723 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peran Media Dibutuhkan saat Pandemi Corona untuk Mengawal Kebijakan

Peran Media Dibutuhkan saat Pandemi Corona untuk Mengawal Kebijakan

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 22:28 WIB

Kala Wabah Virus Corona, Media Diminta Jadi Penentu Kebenaran informasi

Kala Wabah Virus Corona, Media Diminta Jadi Penentu Kebenaran informasi

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 21:46 WIB

Hasil Positif Rapid Test Tersebar, Warga Piyungan: Belum Bisa Jadi Patokan

Hasil Positif Rapid Test Tersebar, Warga Piyungan: Belum Bisa Jadi Patokan

Jogja | Sabtu, 02 Mei 2020 | 21:45 WIB

Terkini

Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan

Cek Katalog Promo Superindo Weekday Terbaru 4-7 Mei 2026, Diskon Gila-gilaan Awal Pekan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 12:03 WIB

Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital

Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 12:00 WIB

Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket

Harga Pangan Nasional 4 Mei 2026: Bawang Merah Tembus Rp52.700/Kg, Cabai dan Gula Ikut Meroket

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:55 WIB

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:48 WIB

LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana

LG Lebaran Sehat Hadir di Pasirlangu, Bangkitkan Harapan Warga Pascabencana

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:15 WIB

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bos BI Perry Warjiyo Beberkan Strategi Perkuat Stabilitas Rupiah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:08 WIB

Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!

Apa Itu CNG? Ini Calon Pengganti LPG yang Diklaim Lebih Murah hingga 40 Persen!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 10:32 WIB

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 10:31 WIB

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Pemerintah Minta Diversifikasi Produk IKM Demi Tumbuhkan Ekspor Kerajinan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.337 pada Awal Bulan Mei

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:38 WIB