alexametrics

Suharso Monoarfa Sebut Penyediaan dan Anggaran Vaksin Corona Belum Jelas

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Suharso Monoarfa Sebut Penyediaan dan Anggaran Vaksin Corona Belum Jelas
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. [Suara.com/Yosea Arga P]

Suharso Monoarfa menyebut kebutuhan akan jumlah vaksin Covid-19 di Indonesia belum jelas, begitu juga dengan anggaran yang diperlukan.

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, hingga saat ini kebutuhan akan jumlah vaksin Covid-19 di Indonesia belum jelas, begitu juga dengan anggaran yang diperlukan.

Hal tersebut dikatakan Suharso dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI yang dikutip secara virtual, Selasa (8/9/2020).

"Kita (Bappenas) sedang menghitung potensi penyediaan vaksin dan berapa anggarannya, yang sampai hari ini belum jelas," kata Suharso.

Suharso menambahkan, saat ini hitung-hitungan komitmen penyediaan vaksin sebanyak 212,6 juta dosis, ini adalah vaksin yang di produksi oleh GAVI, Biofarma, dan Kalbe Farma.

Baca Juga: 13 Pegawai Bappenas Positif Corona, Suharso Monoarfa Minta Swab Test Lagi

Untuk mencapai herd immunity diperlukan 328,8 juta dosis, dimana setiap orang mendapatkan 2 kali dosis vaksin.

Sejauh ini vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan kelompok penduduk rentan berisiko atau 45 tahun ke atas.

"Ini sedang kita susun, bagaimana cara kita memvaksin, siapa yang mau di vaksin, bagaimana operasionalnya bagaimana membayarnya ini kami susunkan," papar Suharso.

Ketua Umum Partai PPP ini juga bilang saat ini kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk menyediakan vaksin juga belum jelas. Dari kebutuhannya mencapai 328,8 juta dosis, saat ini kebutuhan anggarannya masih belum pasti.

"Kalau kita mau mencapai herd immunity, kira-kira kebutuhan anggarannya mencapai Rp 46 triliun hingga Rp 62 triliun. Rp 46 triliun itu kalau harganya 10 Dolar AS (per vaksin) kalau Rp 62 triliun itu kalau harganya 15 dolar AS," katanya.

Baca Juga: Banyak Pegawai Positif Corona, Suharso Monoarfa Mau Swab Test Lagi

Peneliti INDEF Ariyo DP Irhamna menaksir anggaran yang diperlukan pemerintah untuk pengadaan vaksin virus corona atau Covid-19 sebesar Rp 75 triliun. Angka ini didapat dari perhitungan yang ia buat sedemikian rupa.

Komentar