Suharso Monoarfa Sebut Penyediaan dan Anggaran Vaksin Corona Belum Jelas

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 08 September 2020 | 15:52 WIB
Suharso Monoarfa Sebut Penyediaan dan Anggaran Vaksin Corona Belum Jelas
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. [Suara.com/Yosea Arga P]

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, hingga saat ini kebutuhan akan jumlah vaksin Covid-19 di Indonesia belum jelas, begitu juga dengan anggaran yang diperlukan.

Hal tersebut dikatakan Suharso dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI yang dikutip secara virtual, Selasa (8/9/2020).

"Kita (Bappenas) sedang menghitung potensi penyediaan vaksin dan berapa anggarannya, yang sampai hari ini belum jelas," kata Suharso.

Suharso menambahkan, saat ini hitung-hitungan komitmen penyediaan vaksin sebanyak 212,6 juta dosis, ini adalah vaksin yang di produksi oleh GAVI, Biofarma, dan Kalbe Farma.

Untuk mencapai herd immunity diperlukan 328,8 juta dosis, dimana setiap orang mendapatkan 2 kali dosis vaksin.

Sejauh ini vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan kelompok penduduk rentan berisiko atau 45 tahun ke atas.

"Ini sedang kita susun, bagaimana cara kita memvaksin, siapa yang mau di vaksin, bagaimana operasionalnya bagaimana membayarnya ini kami susunkan," papar Suharso.

Ketua Umum Partai PPP ini juga bilang saat ini kebutuhan anggaran yang dibutuhkan untuk menyediakan vaksin juga belum jelas. Dari kebutuhannya mencapai 328,8 juta dosis, saat ini kebutuhan anggarannya masih belum pasti.

"Kalau kita mau mencapai herd immunity, kira-kira kebutuhan anggarannya mencapai Rp 46 triliun hingga Rp 62 triliun. Rp 46 triliun itu kalau harganya 10 Dolar AS (per vaksin) kalau Rp 62 triliun itu kalau harganya 15 dolar AS," katanya.

baca juga

Peneliti INDEF Ariyo DP Irhamna menaksir anggaran yang diperlukan pemerintah untuk pengadaan vaksin virus corona atau Covid-19 sebesar Rp 75 triliun. Angka ini didapat dari perhitungan yang ia buat sedemikian rupa.

Dirinya mengatakan perkiraan biaya Rp 75 triliun tersebut dibuat berdasarkan harga vaksin dari Sinovac yaitu sekitar 30 dolar AS per orang, maka dengan menggunakan kurs Rp 14.000 harga vaksin per orang adalah sekitar Rp 400 ribuan.

Sementara target penduduk yang akan di vaksin mencapai 170 juta jiwa, itu berarti kebutuhan anggarannya mencapai Rp 75 triliun.

“Ini masih kasar karena belum menghitung biaya logistik, tenaga medis, dan lain yang masuk cost dalam vaksin,” kata Ariyo dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (3/9/2020).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir sekaligus Ketua Pelaksana dalam Komite Kebijakan pada Komite Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyebutkan bahwa harga vaksin corona untuk satu orang sekitar 25 dolar AS hingga 30 dolar AS atau sekitar Rp 366.500 hingga Rp 439.800 (kurs Rp 14.660 per dolar AS).

"Harga vaksin ini untuk satu orang dua kali suntik kurang lebih harganya 25 sampai 30 dolar AS, tapi ini Bio Farma lagi menghitung ulang," kata Erick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahas Vaksin SinoVac, WHO dan China Rapat Khusus

Bahas Vaksin SinoVac, WHO dan China Rapat Khusus

Health | Selasa, 08 September 2020 | 15:42 WIB

Pemerintah Tunda Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan

Pemerintah Tunda Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan

Riau | Selasa, 08 September 2020 | 15:24 WIB

Susun Persyaratan Persetujuan Vaksin Covid-19, WHO Gandeng China

Susun Persyaratan Persetujuan Vaksin Covid-19, WHO Gandeng China

News | Selasa, 08 September 2020 | 14:53 WIB

Terkini

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

Pramono Ungkap Jurus Atasi Macet ke Wali Kota New York

News | Senin, 21 September 2026 | 09:26 WIB

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

UMKM Sudah Bisa Produksi, Kini Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Kinerja Pertamina Diakui, Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Kinerja Pertamina Diakui, Raih Posisi Puncak Fortune Indonesia 100 Gala 2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Arti Mimpi Dililit Ular di Tangan, Pertanda Datang Jodoh atau Rezeki?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 09:25 WIB

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Badai Datang, Rumah Terancam: Perjuangan Tikus Kecil di The Outermost Mouse

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 09:20 WIB

Pertamina Raih Penghargaan IABC 2026 lewat Komunikasi Digital untuk Misi Kemanusiaan

Pertamina Raih Penghargaan IABC 2026 lewat Komunikasi Digital untuk Misi Kemanusiaan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:18 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Pantau Saham ANTM

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Pantau Saham ANTM

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 09:17 WIB

Laptop AI Lenovo Mulai Bisa Ngobrol dengan Email dan Kalender Pengguna

Laptop AI Lenovo Mulai Bisa Ngobrol dengan Email dan Kalender Pengguna

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 09:15 WIB

Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo

Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 09:04 WIB

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

Korea Utara Tembakkan Senjata Misterius, Jepang dan Korsel Deg-degan

News | Senin, 21 September 2026 | 09:02 WIB

×