Suara.com - Pegawai PT INTI (Persero) kini menelan pil pahit setiap bulannya. Pasalnya, dari informasi yang beredar para pegawai tak mendapatkan gaji selama 7 bulan.
Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga membantah bahwa PT INTI tak membayar gaji para pegawainya.
Menurutnya, para pegawai tetap digaji setiap bulannya, meski tak diberikan penuh.
"Yang perlu diketahui bahwa tidaklah semua gaji karyawan itu selama 7 bulan tidak dibayar, ada yang dibayar mungkin sedikit artinya tidak full setiap bulannya," ujar Arya kepada wartawan yang ditulis Rabu (9/9/2020).
Arya menuturkan, saat ini Kementerian tengah mencarikan solusi untuk kembali memulihkan keuangan PT INTI.
Salah satunya, lanjut Arya, meminta PT Telkom (Persero) merilis proyek yang dijalankan dengan PT INTI.
Kemudian, terang Arya, Kementerian juga meminta agar dua bank nasional untuk mencairkan dana tunai milik PT INTI.
Sebab, saat ini PT INTI (Persero) sulit mencairkan dana tunai tersebut akibat masih adanya tagihan utang pada kedua bank tersebut.
"Dan kami lihat dari uang yang mereka miliki ini bisa membayar uang karyawan," ucap Arya.
Selain itu, tambah Arya, Kementerian juga meminta PT Telkom untuk memberikan proyek-proyek kepada PT INTI, sehingga mendapat dana segar dan bisa meraih pendapatan.
"Begitu kira-kira sambil nanti kita liat juga projek yang lain yang bisa proyeksi lain yang bisa dikembangkan PT INTI," tukas Arya.