Harga Emas Dunia Kembali Naik di Tengah Pelemahan Dolar AS

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 15 September 2020 | 07:39 WIB
Harga Emas Dunia Kembali Naik di Tengah Pelemahan Dolar AS
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia berkilau kembali setelah sempat turun, kali ini logam mulia tersebut naik 1 persen karena dolar AS melemah, sementara ekspektasi seputar The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter dovish-nya pekan ini semakin meningkatkan daya pikat logam safe haven itu.

Melansir CNBC, Selasa (15/9/2020) harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 1.954,68 dolar AS per ounce. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,8 persen menjadi 1.963,7 dolar AS per ounce.

"Emas naik karena dolar berada sedikit di bawah tekanan. Kami juga melihat Steven Mnuchin menunjukkan bahwa mereka menginginkan semacam kesepakatan stimulus fiskal, sehingga akan semakin melemahkan dolar," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Chicago.

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,3 persen terhadap saingannya, meningkatkan daya tarik emas bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Menteri Keuangan AS, Mnuchin, mengatakan masih mungkin ada kesepakatan dengan Kongres Amerika untuk lebih banyak bantuan federal terkait virus corona.

Emas melambung 29 persen sejauh tahun ini didorong stimulus besar-besaran dari bank sentral global untuk memerangi dampak pandemi virus corona.

Kini investor akan mencermati keputusan kebijakan Federal Reserve yang akan dirilis Rabu.

"The Fed diperkirakan mempertahankan tingkat target inflasi, kita akan melihat 2 persen untuk beberapa waktu dan mereka akan meningkatkan Quantitative Easing (QE), jadi emas bakal tetap didukung itu," kata Streible.

Pelaku pasar juga menunggu keputusan kebijakan Bank of Japan dan Bank of England yang dijadwalkan Kamis.

baca juga

Sementara itu, Uni Eropa meningkatkan tekanan pada Perdana Menteri Boris Johnson untuk mundur dari pelanggaran perjanjian perpisahan Brexit.

Emas akan terus bergerak lebih tinggi karena ketidakpastian politik di Amerika Serikat, Brexit, dan kondisi ekonomi yang lemah secara keseluruhan di dunia, kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

Logam lainnya, perak melesat 1,6 persen menjadi 27,16 dolar AS per ounce, platinum melonjak 2,7 persen menjadi 950,14 dolar AS per ounce, sedangkan paladium turun 0,7 persen menjadi 2.304,21 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Pertama PSBB, Nilai Tukar Rupiah Masih Nyaris Rp 15.000 per Dolar AS

Hari Pertama PSBB, Nilai Tukar Rupiah Masih Nyaris Rp 15.000 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 14 September 2020 | 10:32 WIB

Hari Pertama PSBB Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.031.000 per Gram

Hari Pertama PSBB Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.031.000 per Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2020 | 10:12 WIB

PSBB Hari Pertama, Bagaimana Nasib Nilai Tukar Rupiah Lawan Dolar AS

PSBB Hari Pertama, Bagaimana Nasib Nilai Tukar Rupiah Lawan Dolar AS

Bisnis | Senin, 14 September 2020 | 09:20 WIB

Terkini

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:27 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Cara Membedakan Keringat Biasa vs Sunscreen Luntur Saat Cuaca Panas Terik, Cek Tandanya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:20 WIB

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Masker Mata yang Bagus Merk Apa? Ini 5 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:18 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Skuad Timnas Indonesia Berubah Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Dony Tri dan Yakob Sayuri Dicoret

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 07:17 WIB

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Oktober Berpotensi Jadi Puncak Panas Jateng, BMKG Wanti-wanti Dehidrasi dan Kebakaran

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 07:16 WIB

AC LG Makin Pintar, AI Bisa Baca Kondisi Ruangan hingga Atur Konsumsi Listrik

AC LG Makin Pintar, AI Bisa Baca Kondisi Ruangan hingga Atur Konsumsi Listrik

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 07:15 WIB

Negara G7 Ngamuk Houthi Serang Arab Saudi: Hentikan!

Negara G7 Ngamuk Houthi Serang Arab Saudi: Hentikan!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:12 WIB

Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara

Usai Dapat Arahan BPK, KAI Siapkan Pengembalian Eks Stasiun Banjarnegara

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 07:09 WIB

×