Harga Emas Sedikit Melandai Imbas Menguatnya Dolar AS

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 16 September 2020 | 07:59 WIB
Harga Emas Sedikit Melandai Imbas Menguatnya Dolar AS
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas bergerak lebih rendah dari level tertingginya karena menguatnya dolar AS, meski harapan untuk sikap kebijakan moneter yang dovish dari The Fed membatasi pelemahan logam safe-haven itu.

Mengutip CNBC, Rabu (16/9/2020) harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi 1.955,21 dolar AS per ounce setelah sebelumnya melesat ke level tertinggi sejak 2 September di 1.971,71 dolar AS per ounce.

Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,1 persen menjadi 1.966,20 dolar AS per ounce.

"Dolar memantul dari posisi terendah dan kita melihat beberapa aksi jual emas, tetapi ini bersifat sementara, komentar dovish dari pertemuan Federal Reserve dan penjelasan lebih lanjut tentang target inflasi baru mereka dapat mendorong emas di atas 2.000, dolar AS" kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Indeks Dolar (Indeks DXY) naik terhadap sekeranjang saingannya, membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

"Ada lebih banyak optimisme karena investor berpikir bahwa suku bunga yang rendah bisa berlanjut selama tiga tahun lebih ke depan, itu sangat bullish untuk emas," kata Michael Matousek, Kepala Trader US Global Investors.

Sementara itu, sekelompok anggota Demokrat dan Republik dari Kongres Amerika memperkenalkan undang-undang bantuan virus corona bipartisan senilai 1,5 triliun dolar AS, yang mereka harapkan bisa memecahkan kebuntuan.

Stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya dan lingkungan suku bunga rendah menyebabkan emas melambung 29 persen sejauh tahun ini, karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Logam lainnya, perak naik 0,2 persen menjadi 27,20 dolar AS per ounce, sementara paladium meroket 3,8 persen menjadi 2.400,25 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertingginya sejak 31 Maret di 2.419,19 dolar AS per ounce.

Platinum melesat 1,7 persen menjadi 970,47 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 11 Agustus di posisi 973,98 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 1.037.000 per Gram di PSBB Hari Kedua

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 1.037.000 per Gram di PSBB Hari Kedua

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 10:18 WIB

Harga Emas Dunia Kembali Naik di Tengah Pelemahan Dolar AS

Harga Emas Dunia Kembali Naik di Tengah Pelemahan Dolar AS

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 07:39 WIB

Hari Pertama PSBB Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.031.000 per Gram

Hari Pertama PSBB Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.031.000 per Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2020 | 10:12 WIB

Terkini

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB

Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau

Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:19 WIB

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:55 WIB

7.131 Bus Ditemukan Tak Layak Jalan Saat Mudik Lebaran

7.131 Bus Ditemukan Tak Layak Jalan Saat Mudik Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:29 WIB

Arus Balik Lebaran, KAI Catat 253 Ribu Kursi Masih Tersedia hingga Awal April

Arus Balik Lebaran, KAI Catat 253 Ribu Kursi Masih Tersedia hingga Awal April

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:28 WIB

Arus Balik Mulai Padat, Jumlah Penumpang Kereta ke Jakarta Lampaui Keberangkatan

Arus Balik Mulai Padat, Jumlah Penumpang Kereta ke Jakarta Lampaui Keberangkatan

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:18 WIB

Perang di Timteng Memanas Bikin Premi Asuransi Meningkat

Perang di Timteng Memanas Bikin Premi Asuransi Meningkat

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:58 WIB

Arus Balik Mulai Menggeliat, Penumpang Bakauheni Tembus 91 Ribu di H+1 Lebaran

Arus Balik Mulai Menggeliat, Penumpang Bakauheni Tembus 91 Ribu di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:49 WIB

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB