Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Harga Emas Sedikit Melandai Imbas Menguatnya Dolar AS

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 16 September 2020 | 07:59 WIB
Harga Emas Sedikit Melandai Imbas Menguatnya Dolar AS
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas bergerak lebih rendah dari level tertingginya karena menguatnya dolar AS, meski harapan untuk sikap kebijakan moneter yang dovish dari The Fed membatasi pelemahan logam safe-haven itu.

Mengutip CNBC, Rabu (16/9/2020) harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi 1.955,21 dolar AS per ounce setelah sebelumnya melesat ke level tertinggi sejak 2 September di 1.971,71 dolar AS per ounce.

Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,1 persen menjadi 1.966,20 dolar AS per ounce.

"Dolar memantul dari posisi terendah dan kita melihat beberapa aksi jual emas, tetapi ini bersifat sementara, komentar dovish dari pertemuan Federal Reserve dan penjelasan lebih lanjut tentang target inflasi baru mereka dapat mendorong emas di atas 2.000, dolar AS" kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Indeks Dolar (Indeks DXY) naik terhadap sekeranjang saingannya, membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

"Ada lebih banyak optimisme karena investor berpikir bahwa suku bunga yang rendah bisa berlanjut selama tiga tahun lebih ke depan, itu sangat bullish untuk emas," kata Michael Matousek, Kepala Trader US Global Investors.

Sementara itu, sekelompok anggota Demokrat dan Republik dari Kongres Amerika memperkenalkan undang-undang bantuan virus corona bipartisan senilai 1,5 triliun dolar AS, yang mereka harapkan bisa memecahkan kebuntuan.

Stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya dan lingkungan suku bunga rendah menyebabkan emas melambung 29 persen sejauh tahun ini, karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Logam lainnya, perak naik 0,2 persen menjadi 27,20 dolar AS per ounce, sementara paladium meroket 3,8 persen menjadi 2.400,25 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertingginya sejak 31 Maret di 2.419,19 dolar AS per ounce.

baca juga

Platinum melesat 1,7 persen menjadi 970,47 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 11 Agustus di posisi 973,98 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 1.037.000 per Gram di PSBB Hari Kedua

Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 1.037.000 per Gram di PSBB Hari Kedua

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 10:18 WIB

Harga Emas Dunia Kembali Naik di Tengah Pelemahan Dolar AS

Harga Emas Dunia Kembali Naik di Tengah Pelemahan Dolar AS

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 07:39 WIB

Hari Pertama PSBB Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.031.000 per Gram

Hari Pertama PSBB Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.031.000 per Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2020 | 10:12 WIB

Terkini

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:25 WIB

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:17 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:05 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:38 WIB

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:34 WIB