Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Ekonom INDEF: 99 Persen Indonesia Masuk Jurang Resesi Ekonomi

Reza Gunadha, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 17 September 2020 | 18:17 WIB
Ekonom INDEF: 99 Persen Indonesia Masuk Jurang Resesi Ekonomi
PSBB total jilid II di Jakarta, Senin (14/09/2020). (Suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Izzudin Al Farras memastikan, Indonesia akan masuk dalam jurang resesi.

Bahkan Farras mengatakan, 99 persen Indonesia bakal masuk jurang resesi ekonomi menyusul negara yang sudah terlebih dahulu mengalaminya.

"Peluang Indonesia untuk resesi sudah 99 persen," kata Farras dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Meski begitu, di mengatakan resesi ekonomi bukan akhir segalanya. Menurutnya, resesi hanyalah indeks dan bisa diubah dengan sejumlah kebijakan yang langsung menyasar kepada masyarakat paling bawah.

Salah satu yang ia sarankan adalah, memperluas jangkauan jaring pengaman sosial yang saat ini hanya sekitar 40 persen dari total program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Untuk mengurangi dampaknya, pemerintah harus meningkatkan jaring pengamanan sosial yang semula menjangkau 40 persen penduduk termiskin menjadi 60 persen," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB jilid II yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta mulai Senin (14/9) semakin memukul perekonomian nasional.

Pasalnya, jika berkaca pada penerapan PSBB jilid I, hampir seluruh sektor ekonomi berhenti membuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II harus nyungsep hingga 5,32 persen.

"Kita sekarang sedang melakukan monitoring dan melihat data berhubungan dengan pergerakan seiring dengan pemberlakuan PSBB mulai 14 September oleh pemerintah DKI," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual.

Meski begitu, dirinya masih bisa bernapas lega karena penerapan PSBB jilid II ini tidak seketat pada awal penerapan PSBB, di mana kala itu semua kegiatan ekonomi terhenti total.

"Artinya PSBB sekarang berbeda dengan situasi pada Maret dan April yang waktu itu memberikan situasi di mana seluruh kegiatan masyarakat terhenti. Sekarang kita melihat skalanya menurun," katanya.

Ketika ditanya apakah penerapan PSBB jilid II ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kuartal III nanti, bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjawab iya.

"Secara total 2020 kisaran kita masih -1,1 persen sampai 0,2 persen. Namun tone-nya kita melihat kemungkinan bahwa dalam kisaran ini karena adanya seperti terjadi di DKI, kita siapkan kemungkinan berada di lower end."

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik 'rem' darurat di tengah merebaknya virus Covid-19. Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II.

Artinya, dengan kebijakan ini, maka Jakarta kembali mengencangkan pembatasan kegiatan yang sempat dilonggarkan saat PSBB transisi.

Segala sektor yang sempat diizinkan dengan ketentuan pengurangan kapasitas dan protokol kesehatan lainnya kembali harus ditutup.

Kendati demikian, ada 11 sektor yang boleh diizinkan dibuka. Pasalnya mereka dianggap kegiatan yang penting bagi masyarakat untuk menunjang kebutuhan selama masa PSBB total ini.

Anies sendiri dalam pemaparannya menyatakan kondisi penularan virus corona di Jakarta saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tuas rem darurat ini harus ditarik jika tidak ingin situasi lebih parah lagi.

Angka penularan Covid-19 semakin tinggi setiap harinya. Bahkan pasien yang meninggal dan dimakamkan dengan protap corona juga selalu bertambah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selandia Baru Resmi Resesi, Ekonomi Menyusut 12,2 Persen

Selandia Baru Resmi Resesi, Ekonomi Menyusut 12,2 Persen

News | Kamis, 17 September 2020 | 13:36 WIB

Indonesia Masuk Jurang Resesi, Menko Airlangga: You Are Not Alone

Indonesia Masuk Jurang Resesi, Menko Airlangga: You Are Not Alone

Bisnis | Minggu, 13 September 2020 | 12:50 WIB

Sri Mulyani: Meski Resesi, Bukan Berarti Ekonomi Indonesia Runtuh

Sri Mulyani: Meski Resesi, Bukan Berarti Ekonomi Indonesia Runtuh

Bisnis | Senin, 07 September 2020 | 19:09 WIB

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Jabar | Senin, 07 September 2020 | 14:00 WIB

Resesi Menanti Indonesia, Masih Aman Nggak Ya Untuk Investasi?

Resesi Menanti Indonesia, Masih Aman Nggak Ya Untuk Investasi?

Lifestyle | Senin, 07 September 2020 | 11:45 WIB

Gubernur Deru Pede Resesi Ekonomi Masih Bisa Dihindari di Sumsel

Gubernur Deru Pede Resesi Ekonomi Masih Bisa Dihindari di Sumsel

Sumsel | Selasa, 01 September 2020 | 22:47 WIB

Komisi XI Ingatkan Pemerintah Hati-hati di Sektor Ekonomi

Komisi XI Ingatkan Pemerintah Hati-hati di Sektor Ekonomi

DPR | Rabu, 02 September 2020 | 14:15 WIB

Terkini

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB