Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Pagebluk Corona Berkepanjangan, Resesi Bisa Tiga Kuartal Berturut-turut

Reza Gunadha, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 17 September 2020 | 19:39 WIB
Pagebluk Corona Berkepanjangan, Resesi Bisa Tiga Kuartal Berturut-turut
Ilustrasi ekonomi saat pandemi (pixabay)

Suara.com - Pagebluk virus corona covid-19 yang berkepanjangan di Indonesia dan sebagian besar dunia memang memunculkan kekhawatiran, terutama masalah ekonomi.

Akibat pandemi yang berlarut-larut ini program pemulihan ekonomi yang digaungkan pemerintah pun berjalan lambat. Bahkan Indonesia sudah dipastikan masuk dalam jurang resesi pada kuartal III nanti.

Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Berly Martawardaya bahkan mengataka,  jika pandemi ini tidak berakhir sampai akhir tahun, bisa-bisa kuartal IV nanti Indonesia masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif.

"Kalau pandeminya lanjut sampai akhir tahun bahkan tahun depan, maka penderita covid terus bertambah secara signifikan sehingga resesinya bisa lebih dari tiga kuartal," kata Berly dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Dasar Berly mengatakan hal itu karena dirinya merasa khawatir penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah tak konsisten dan acap kali berubah-ubah. Hal inilah yang membuat penambahan kasus baru virus corona terus bertambah.

"Kebijakan kalau tujuannya tidak fokus ini jadi sulit, jadi zig-zag kan gas dan rem. Harusnya fokus selamatkan nyawa dan bertahan secara ekonomi sampai vaksin datang," kata Berly.

Apalagi kata dia hingga saat ini belum ada titik terang soal penemuan vaksin yang makin menambah ketidakpastian bagi ekonomi global.

"Bisa sampai akhir 2021 akhir (penemuan vaksin) dan kalau belum tercapai bisa sampai awal 2022, itu harusnya bagaimana strategi kita bertahan," ucapnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan kepada anak buahnya untuk menggenjot anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga akhir September untuk menghindari resesi.

Untuk itu ia meminta jajarannya segera menyalurkan berbagai dana bantuan sosial yang telah dianggarkan pemerintah untuk membantu daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Maka dari itu Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) menargetkan penyaluran stimulus ekonomi hingga 30 September 2020 mencapai Rp 100 triliun.

"Sampai saat ini dari minggu ke minggu kita bisa melihat 7 minggu + 2 hari, sudah Rp 87,58 triliun yang kita bisa salurkan. Jadi kita masih punya waktu 2 minggu + 2 hari insya Allah akan kita kejar angkanya bisa sampai Rp 100 triliun," kata Ketua Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Budi menambahkan jika pemerintah mampu menyalurkan stimulus Rp 100 triliun hingga akhir September inu, dampaknya akan sangat terasa terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020.

"Karena diharapkan kalau angka ini bisa mencapai Rp 100 triliun, efek multipliernya bisa sangat membantu untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III ini," katanya.

"Jadi konsentrasi kami, konsentrasi satgas adalah mengejar angka Rp 100 triliun sampai akhir September," tambahnya.

Dirinya mengatakan disisa waktu yang tinggal 14 hari ini program-program stimulus ekonomi akan lebih diprioritaskan oleh pemerintah, seperti meningkatkan daya beli masyarakat lewat sejumlah bantuan sosial.

"Salah satunya bansos tunai non Jabodetabek yang dalam 2 minggu bisa disalurkan Rp 2,5 triliun. Program kartu prakerja dalam 2 minggu di September ini bisa disalurkan Rp 2,8 triliun. Dan juga subsidi gaji yang dalam 2 minggu tersalurkan 2 batch sebesar Rp 3,6 triliun sehingga progres dalam 2 minggu terakhir Rp 14,47 triliun. Jadi kalau diharapkan kecepatannya sama, kita bisa dapatkan Rp 15 triliun lagi," paparnya.

"Insya Allah angka Rp 100 triliun penyaluran program PEN selama kuartal III, Juli-September, bisa kita capai. Dan mudah-mudahan itu bisa memberikan dukungan yang cukup untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom INDEF: 99 Persen Indonesia Masuk Jurang Resesi Ekonomi

Ekonom INDEF: 99 Persen Indonesia Masuk Jurang Resesi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 17 September 2020 | 18:17 WIB

Selandia Baru Resmi Resesi, Ekonomi Menyusut 12,2 Persen

Selandia Baru Resmi Resesi, Ekonomi Menyusut 12,2 Persen

News | Kamis, 17 September 2020 | 13:36 WIB

Sri Mulyani: Meski Resesi, Bukan Berarti Ekonomi Indonesia Runtuh

Sri Mulyani: Meski Resesi, Bukan Berarti Ekonomi Indonesia Runtuh

Bisnis | Senin, 07 September 2020 | 19:09 WIB

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Kasus Gangguan Jiwa di Masa Pandemi Covid-19 Diprediksi Meningkat

Jabar | Senin, 07 September 2020 | 14:00 WIB

Butuh Rp 75 Triliun untuk Vaksin 170 Juta Masyarakat Indonesia

Butuh Rp 75 Triliun untuk Vaksin 170 Juta Masyarakat Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 14:06 WIB

Ekonom Kritisi Jokowi yang Lebih Pilih Infrastruktur Daripada Vaksin Gratis

Ekonom Kritisi Jokowi yang Lebih Pilih Infrastruktur Daripada Vaksin Gratis

Bisnis | Kamis, 03 September 2020 | 12:00 WIB

Perppu Reformasi Keuangan Bisa Hilangkan Independensi Sektor Moneter

Perppu Reformasi Keuangan Bisa Hilangkan Independensi Sektor Moneter

Bisnis | Rabu, 02 September 2020 | 20:02 WIB

Terkini

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:55 WIB