Vaksin Covid-19 Cuma Bertahan 6 Bulan, Menteri Erick Ingatkan Ini ke Warga

Agung Sandy Lesmana | Achmad Fauzi
Vaksin Covid-19 Cuma Bertahan 6 Bulan, Menteri Erick Ingatkan Ini ke Warga
Ilustrasi--Puskesmas lokasi uji klinis Vaksin Corona Sinovac di Bandung. (Suara.com/Cesar)

Menurutnya, vaksin tersebut tak akan bertahan lama dan masyarakat akan kembali divaksin berkali-kali.

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan banyak orang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Meskipun, ke depan akan ada vaksin yang bisa mencegah penyebaran Covid-19.

Menurutnya, vaksin tersebut tak akan bertahan lama dan masyarakat akan kembali divaksin berkali-kali.

"Jangan berpikir dengan vaksin ini protokol COVID-19 bisa dilupakan. Karena kita ketahui vaksin untuk COVID-19 ini berjalan 6 bulan sampai 2 tahun. Jadi nanti kemungkinan divaksin lagi," ujar Erick saat Raker dengan Komisi VI DPR RI secara Virtual, Selasa (22/9/2020).

Mantan Bos Klub Inter Milan mengungkapkan proses uji coba klinis tahap ketiga berjalan dengan baik. Para relawan yang mana ada Gubunur Jawa Bara Ridwal telah disuntikkan vaksin kedua kalinya.

Baca Juga: Setelah China, Indonesia Juga Akan Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Korea

"Jadi Insha Allah saya rasa proses vaksin dari uji klinis 1,2,3 dalam kategori baik," jelas Erick.

Sembari melakukan uji Klinis, Erick menyatakan pemerintah juga terus mengebut pembuatan vaksin merah putih.

Ia pun menargetkan, tahun depan bisa dilakukan uji klinis pada vaksin merah putih.

Sehingga, tambah Erick, vaksin tersebut bisa diproduksi massal pada tahun 2022.

"Karena itulah vaksin merah putih sangat penting. Nah itulah kenapa suksesnya program kesehatan ini harus mendapatkan dukungan masyarakat secara menyeluruh," pungkas Erick.

Baca Juga: Bio Farma Masuk Shortlist Produsen Covid-19 Dunia

Komentar