Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.405,685
LQ45 632,547
Srikehati 308,939
JII 387,605
USD/IDR 17.712

Trump Dinyatakan Positif Corona, Harga Minyak Dunia Anjlok

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 05 Oktober 2020 | 07:13 WIB
Trump Dinyatakan Positif Corona, Harga Minyak Dunia Anjlok
Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat ia turun dari Air Force One setibanya di Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland, Amerika Serikat pada 1 Oktober 2020. [MANDEL NGAN / AFP]

Suara.com - Harga minyak mentah turun 3 persen pada perdagangan akhir pekan lalu setelah Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif tertular virus corona atau Covid-19.

Kabar itu mengguncang pasar aset berisiko. Peningkatan produksi minyak mentah global mengancam pemulihan pasar yang lemah.

Patokan harga minyak, Brent dan WTI AS keduanya menuju penurunan minggu kedua berturut-turut.

Ketidakpastian seputar kesehatan presiden AS menambah serangkaian kegelisahan, termasuk laporan pengangguran AS yang lesu dan peningkatan pasokan dari produsen minyak utama dunia.

Mengutip CNBC, Senin (5/10/2020) minyak mentah Brent turun 1,12 dolar AS atau 2,7 persen menjadi 39,81 dolar AS per barel, setelah sebelumnya menyentuh sesi terendah 38,79 dolar AS per barel.

Sedangkan minyak WTI ditutup melemah 1,67 dolar AS atau 4,3 persen ke posisi harga 37,05 dolar AS per barel.

Minyak mentah AS dan Brent menuju penurunan sekitar 6 persen dan 5 persen masing-masing minggu ini dalam penurunan minggu kedua berturut-turut.

Pemulihan pasar tenaga kerja AS melambat pada September, karena non-farm payrolls meningkat 661.000 pekerjaan bulan lalu setelah naik 1,49 juta pada Agustus, kata Departemen Tenaga Kerja AS.

Pengumuman Trump bahwa dia dan Ibu Negara Melania Trump dinyatakan positif Covid-19 memicu aksi jual di pasar saham AS dan Eropa.

baca juga

Pasokan minyak mentah dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) naik pada September sebesar 160.000 barel per hari (bpd) dari bulan sebelumnya, sebuah survei Reuters menunjukkan.

Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pasokan dari Libya dan Iran - anggota OPEC yang dibebaskan dari pakta pasokan antara OPEC dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +.

Produksi Libya telah meningkat menjadi 270.000 barel per hari, lebih cepat dari perkiraan analis setelah pelonggaran blokade oleh Tentara Nasional Libya.

Pasar aset berisiko juga turun di tengah kekhawatiran tentang negosiasi yang sedang berlangsung antara Kongres AS dan Gedung Putih mengenai paket stimulus ekonomi tambahan untuk meningkatkan permintaan ekonomi.

Kasus Covid-19 baru di seluruh dunia telah meningkat menjadi lebih dari 34 juta, hampir 2 juta lebih banyak dari pada akhir pekan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Anjlok 3 Persen Imbas Naiknya Kasus Corona

Harga Minyak Anjlok 3 Persen Imbas Naiknya Kasus Corona

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 08:22 WIB

1 Juta Orang Tewas karena Corona, Harga Minyak Dunia Anjlok

1 Juta Orang Tewas karena Corona, Harga Minyak Dunia Anjlok

Bisnis | Rabu, 30 September 2020 | 08:04 WIB

Ekuitas Global Menguat, Harga Minyak Naik 1 Persen

Ekuitas Global Menguat, Harga Minyak Naik 1 Persen

Bisnis | Selasa, 29 September 2020 | 08:19 WIB

Terkini

Bedak Marcks Varian Pink untuk Warna Kulit Apa? Ini Fungsinya saat Makeup

Bedak Marcks Varian Pink untuk Warna Kulit Apa? Ini Fungsinya saat Makeup

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Kriminalisasi NPL Disorot, Pakar Minta Risiko Bisnis Tak Otomatis Dibawa ke Tipikor

Kriminalisasi NPL Disorot, Pakar Minta Risiko Bisnis Tak Otomatis Dibawa ke Tipikor

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Target Sah Desember! RUU Perampasan Aset Izinkan Negara Sita Harta Pelaku Tanpa Tunggu Vonis

Target Sah Desember! RUU Perampasan Aset Izinkan Negara Sita Harta Pelaku Tanpa Tunggu Vonis

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:00 WIB

KAI Commuter Siagakan 126 Personel Gabungan TNI-Polri Menyusul Demonstrasi di Jakarta

KAI Commuter Siagakan 126 Personel Gabungan TNI-Polri Menyusul Demonstrasi di Jakarta

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Lolos dari Maut: Detik-detik Pemasang WiFi Tersengat Listrik di Tanggamus

Lolos dari Maut: Detik-detik Pemasang WiFi Tersengat Listrik di Tanggamus

Lampung | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:50 WIB

45 WNI Ada di Nepal saat Banjir Bandang Terjang Berbatasan China

45 WNI Ada di Nepal saat Banjir Bandang Terjang Berbatasan China

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Perkuat Koperasi, Gerakkan Ekonomi Rakyat, Dirut BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Perkuat Koperasi, Gerakkan Ekonomi Rakyat, Dirut BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Riau | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Kawal RUU Perampasan Aset: Waspada Provokator, Semangat Warga Jaga Warga

Kawal RUU Perampasan Aset: Waspada Provokator, Semangat Warga Jaga Warga

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Perkuat Sistem Ekonomi Kerakyatan, BRI Raih Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Perkuat Sistem Ekonomi Kerakyatan, BRI Raih Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Jelang Demo DPR, 65 Orang Diciduk Bawa 7 Jeriken Bensin hingga Ratusan Botol Molotov

Jelang Demo DPR, 65 Orang Diciduk Bawa 7 Jeriken Bensin hingga Ratusan Botol Molotov

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:40 WIB

×