Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Sri Mulyani Klaim Perekonomian Indonesia Mulai Membaik

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 19 Oktober 2020 | 16:20 WIB
Sri Mulyani Klaim Perekonomian Indonesia Mulai Membaik
Menteri Keuangan Sri Mulyani. [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi virus corona atau Covid-19 masih menjadi faktor utama yang menentukan pemulihan ekonomi global dan nasional hingga akhir September 2020.

Namun di sisi lain, perkembangan vaksin memberikan harapan. Ia juga menegaskan bahwa perekonomian Indonesia mengalami tren perbaikan.

"Perekonomian kita mengalami perbaikan, trennya cukup konsisten semenjak bulan Juli, Agustus meskipun September ada indikator yang mengalami sedikit tekanan karena PSBB yang sempat dilakukan pada minggu kedua September. Namun ini tidak menghilangkan tren positif di kuartal ketiga yang cukup solid dari berbagai indikator," kata Sri Mulyani dalam video teleconference, Jakarta, Senin (19/10/2020).

Hal ini terlihat dari sisi pergerakan konsumsi, listrik, ekspor, impor bahan baku dan barang modal yang cukup positif dan solid, belanja bansos yang tumbuh luar biasa tinggi.

Sedangkan dari sisi deflasi, dari sisi daya beli masyarakat atau agregat demand masih mengalami tekanan namun tidak menggerus daya beli masyarakat.

Meskipun Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia sedikit mengalami penurunan di bawah treshold ekspansi namun kinerja belanja pemerintah mengalami akselerasi luar biasa termasuk belanja Pemulihan ekonomi Nasional (PEN).

"Kinerja belanja pemerintah termasuk PEN mengalami akselerasi yang luar biasa pada bulan September ini," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini bilang pemerintah betul-betul menggunakan semua toolsnya baik belanja K/L, belanja pemulihan ekonomi nasional maupun transfer ke daerah.

"Kita berharap seluruh K/L konsisten pada kuartal keempat ini. Pemerintah daerah (Pemda) kita masih terus monitor secara ketat karena cukup besar dana yang tertransfer," paparnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia terus melakukan pengendalian Covid-19 dengan memberikan dukungan sepenuhnya kepada pemerintah daerah (Pemda) maupun anggaran-anggaran. Ia menegaskan masyarakat luas perlu untuk ikut membantu dan mensukseskan dengan melakukan disiplin protokol kesehatan.

Ia mengakui bahwa memulihkan ekonomi tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, Kemenkeu bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) mengkombinasikan kebijakan makro fiskal-moneter secara hati-hati untuk mendukung perekonomian.

"Tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita bersama Bank Indonesia melakukan kombinasi kebijakan makro fiskal-moneter secara hati-hati namun juga supportif terhadap pemulihan yang memang perlu mendapat dukungan," jelasnya.

Namun ke depan, kebijakan-kebijakan lain tentu harus menjadi kontributor pemulihan ekonomi karena diperlukan untuk bisa memperbaiki ekonomi maupun kembali menciptakan kesempatan kerja.

Sehingga ekonomi Indonesia kembali pulih namun fiskal terjaga dan mulai konsolidasi bertahap. Diharapkan masyarakat bisa mendapat manfaat dari instrumen-instrumen pemerintah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani: Tak Ada Rencana Pajak Nol Persen untuk Mobil Baru

Sri Mulyani: Tak Ada Rencana Pajak Nol Persen untuk Mobil Baru

Jabar | Senin, 19 Oktober 2020 | 15:30 WIB

Sri Mulyani Tak Terima Defisit APBN Disebut Sudah Terlalu Tinggi

Sri Mulyani Tak Terima Defisit APBN Disebut Sudah Terlalu Tinggi

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2020 | 13:48 WIB

Utang Indonesia Terus Membengkak, Sri Mulyani Tetap Santai

Utang Indonesia Terus Membengkak, Sri Mulyani Tetap Santai

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2020 | 12:23 WIB

Terkini

Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang

Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:12 WIB

Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen

Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:46 WIB

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:38 WIB

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:00 WIB

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB