Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.971,953
LQ45 674,558
Srikehati 329,471
JII 461,839
USD/IDR 17.363

Sri Mulyani Tak Terima Defisit APBN Disebut Sudah Terlalu Tinggi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 19 Oktober 2020 | 13:48 WIB
Sri Mulyani Tak Terima Defisit APBN Disebut Sudah Terlalu Tinggi
Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak terima jika dikatakan defisit APBN tahun 2020 sudah sangat tinggi.

Dalam konferensi pers APBN Kita yang dilakukan secara virtual, Senin (19/10/2020) Sri Mulyani menyebut defisit APBN sampai September sudah sebesar 4,16 persen atau setara Rp 682,1 triliun.

"Untuk defisit keseluruhan mencapai Rp 682,1 triliun atau defisitnya di 4,16 persen, ini masih sesuai dengan yang ada di dalam perpres 72/2020," kata Sri Mulyani.

Jika dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya, defisit terus merangkak naik angkanya. Dimana pada bulan Agustus 2020 defisitnya berada di 3,05 persen.

Sri Mulyani berdalih, realisasi defisit anggaran yang terus melebar ini disebabkan anggaran belanja yang terus meningkat yang dibutuhkan pemerintah untuk penanggulangan pandemi virus corona atau Covid-19.

"Defisit di negara lain belasan dan puluhan persen, kontraksi di kuartal tiganya juga masih minus. Kita berharap Indonesia lebih baik dari peer group-nya," kata dia.

Asal tahu saja dalam Peraturan Presiden (Perpres) 72/2020 pemerintah mangkrak batas aman defisit APBN 2020 menjadi minus 6,34 persen.

Maka dari itu kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, jika dibandingkan dengan negara lain yang sama-sama mengalami tekanan cukup hebat dari Covid-19, seperti halnya Amerika Serikat yang memperkirakan pada tahun ini defisitnya mencapai -18,7 persen, Kanada mencapai -19,9 persen serta China diperkirakan -11,9 persen dan dari negara tetangga Malaysia yang pada akhir 2020 diperkirakan sebesar -6,5 persen dan Filipina sebesar -8,1 persen.

“Kalau Indonesia defisit di 4,16 persen dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III diperkirakan terkontraksi antara 2 hingga 0,6 persen, kita berharap Indonesia jauh lebih baik, sehingga saya minta lihat betul-betul karena ada yang defisitnya belasan persen," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Indonesia Terus Membengkak, Sri Mulyani Tetap Santai

Utang Indonesia Terus Membengkak, Sri Mulyani Tetap Santai

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2020 | 12:23 WIB

Lembaga Asing Puji UU Cipta Kerja, Sri Mulyani: Mereka Melihat Harapan

Lembaga Asing Puji UU Cipta Kerja, Sri Mulyani: Mereka Melihat Harapan

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2020 | 11:58 WIB

Sri Mulyani Tolak Mentah-mentah Usulan Pajak 0 Persen Mobil Baru

Sri Mulyani Tolak Mentah-mentah Usulan Pajak 0 Persen Mobil Baru

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2020 | 11:27 WIB

Terkini

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48 WIB

Purbaya Restui Subsidi 200 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik, Berlaku Juni 2026

Purbaya Restui Subsidi 200 Ribu Unit Motor dan Mobil Listrik, Berlaku Juni 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:42 WIB

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:20 WIB

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:09 WIB

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:54 WIB

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:48 WIB

Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional

Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur

Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:32 WIB

Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas

Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:31 WIB

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:47 WIB