alexametrics

Sri Mulyani Siapkan Rp 28 Triliun Supaya 4.000 Desa Tak Gaptek Teknologi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Sri Mulyani Siapkan Rp 28 Triliun Supaya 4.000 Desa Tak Gaptek Teknologi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memanfaatkan momentum krisis pandemi virus corona atau Covid-19 untuk melakukan reformasi secara besar-besaran di dalam negeri.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memanfaatkan momentum krisis pandemi virus corona atau Covid-19 untuk melakukan reformasi secara besar-besaran di dalam negeri.

"Kami tidak akan menyia-nyiakan krisis Covid-19 ini. Jadi kami mempercepat reformasi, bahkan lebih cepat," kata Sri Mulyani dalam sebuah webinar Southeast Asia Development Symposium (SEADS) yang dilakukan secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Salah satu sektor yang bakal direformasi adalah terkait Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dimana kata dia pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2 miliar dollar AS atau setara Rp 28 triliun (Asumsi 1 dollar AS Rp 14.000) untuk melakukan reformasi di bidang ini pada tahun depan.

"Yang terpenting dalam investasi TIK untuk pengembangan sektor TIK, pemerintah memperluas dukungan anggaran kami menjadi 2 miliar dollar AS dari anggaran 2021," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Baca Juga: Sri Mulyani Rogoh Rp 8,9 Triliun untuk Bagikan Kuota Internet Gratis

Langkah ini untuk mendukung program reformasi pemerintah dalam hal pengembangan teknologi, karena sebagian besar wilayah tanah air masih menjadi remote area atau wilayah terpencil yang tak memiliki akses internet.

"Tercatat masih ada 12.000 desa belum tersambung. Jadi kami berikan ke 4.000 desa dan kecamatan di Indonesia. Terluar dan paling terbelakang dari sini, agar dapat terkoneksi tahun depan untuk mewujudkan tujuan ini menjadi lebih digital dan mengikuti industri 4.0," pungkasnya.

Komentar