Sektor Pertanian Tumbuh di Kuartal III, Bungaran : Capaian Luar Biasa

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Minggu, 08 November 2020 | 15:25 WIB
Sektor Pertanian Tumbuh di Kuartal III, Bungaran : Capaian Luar Biasa
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan).

Suara.com - Profesor Bungaran Saragih mengapresiasi Kementerian Pertanian yang mampu mendongkrak  kinerja sektor pertanian yang mampu tumbuh positif di kuartal III 2020 hingga mencapai 2,15 persen (YonY).

Menurut Bungaran, capaian tersebut bukan sesuatu yang mudah karena diraih pada saat situasi ekonomi makro tumbuh secara negatif.

Bungaran mengatakan, rangkaian kemajuan sektor pertanian tersebut bisa dilihat berdasarkan data BPS saat merilis pertumbuhan pertanian pada kuartal 1. Kemudian terjadi peningkatan hebat di kuartal 2, lalu bergerak positif di kuartal 3. Lebih dari itu, sektor pertanian juga mencatatkan satu-satunya sektor yang tumbuh positif untuk Produk Domestik Bruto (PDB)  dihitung secara tahunan (y on y).

"Menurut saya 2,15 persen itu angka yang sangat menggembirakan karena sekarang kita berada pada situasi pertumbuhan makro ekonomi yang negatif. Hasil tersebut merupakan performance yang luar biasa. Dan buat saya, capian ini menunjukan bahwa kita tidak perlu khawatir dengan ketahanan pangan kita," ujar Prof Bungaran, Minggu, 8 November 2020.

Seperti diketahui, berdasarkan data BPS, sektor pertanian berkontribusi besar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) dimana kuartal II 2020 tumbuh hingga mencapai 2,19 persen, dan kuartal III masuh tumbuh 2,15 persen.  Adapun kontribusi PDB di kuartal III 2020 mencapai 14,58 persen.

"Kalau dalam pembangunan pertanian itu, kita harus melihat dari angka PDB. Jadi kalau PDB pertanian meningkat 1 persen pertahun, itu adalah kinerja yang cukup baik. Kemudian kalau naiknya dari 1 sampai 2 persen itu sangat baik sekali. Apalagi saya tau menumbuhkan PDB itu bukan pekerkaan mudah," katanya.

Selanjutnya, yang menjadi perhatian Prof Bungaran adalah perlunya optimalisasi produksi pertanian dari tataran hilir. Bungaran mengatakan, optimalisasi ini merupakan produksi pasca panen atau off fam.

"Maksud saya performance pertanian itu tidak bisa dilihat dari segi on fam nya saja. Tapi sebenarnya di off fam juga harus terus bertumbuh. Menurut saya kalau tidak ada agro industri, maka pertanian kita akan menurun. Hanya saja kalau kita lihat PDB kita saat ini, bisa dipastikan on fam dan off famnya berjalan dengan baik. Itulah mengapa ekonomu kita saat ini selamat jika dibandingkan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand atau Korea sekalipun. Kenapa? karena kita punya sistem agribisnis yang kuat," katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatanya menyampaikan bahwa saat ini Kementan tengah mendorong berbagai perusahaan swasta untuk bersama-sama membangun pertanian Indonesia yang lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern.

Sebagai komitmen jangka panjang, Kementan menghadirkan program hilirisasi melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) sebagai pendobrak kerja luar biasa dalam peningkatan ekspor Indonesia selama 4 tahun ke depan. Program ini juga biasa disebut sebagai gerakan pemersatu kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir.

"Saya menitipkan pesan kepada eksportir agar kalian membuka lapangan pekerjaan secara luas. Kami butuh tangan eksportir agar rakyat kita banyak yang kerja. Caranya tingkatkan ekspor kalian menjadi tiga kali lipat," tutupnya.

Sebagaimana diketahui bersama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni bulan lalu mengalami surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS.

Surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih besar dari impor. Adapun nilai ekspor secara keseluruhan pada bulan Juni 2020 mencapai 12,03 milar dolar AS. Sedangkan impor selama Juni sebesar 10,76 miliar dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun Depan, Sektor Pertanian Diprediksi Masih Masih Terus Tumbuh

Tahun Depan, Sektor Pertanian Diprediksi Masih Masih Terus Tumbuh

Bisnis | Minggu, 08 November 2020 | 10:22 WIB

Indef Apresisasi Pertumbuhan Sektor Pertanian 2020 yang Tumbuh 2,15%

Indef Apresisasi Pertumbuhan Sektor Pertanian 2020 yang Tumbuh 2,15%

Bisnis | Sabtu, 07 November 2020 | 13:10 WIB

Kementan Prediksi Sektor Pertanian Bakal Terus Tumbuh Hingga 2021

Kementan Prediksi Sektor Pertanian Bakal Terus Tumbuh Hingga 2021

Bisnis | Kamis, 05 November 2020 | 16:20 WIB

Panen Kedelai, Mentan Ajak Petani Penuhi Makanan Bergizi bagi Masyarakat

Panen Kedelai, Mentan Ajak Petani Penuhi Makanan Bergizi bagi Masyarakat

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 14:42 WIB

Mentan : Pasarnya Luas, Durian Jadi Buah Unggulan Indonesia

Mentan : Pasarnya Luas, Durian Jadi Buah Unggulan Indonesia

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 13:54 WIB

Mentan : Sektor Pertanian Paling Kuat Kembangkan Ekonomi Rakyat

Mentan : Sektor Pertanian Paling Kuat Kembangkan Ekonomi Rakyat

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 11:44 WIB

Terkini

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:12 WIB

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:09 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB