Suara.com - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tetap optimistis pada perekonomian nasional, meski kondisinya berat akibat tekanan pandemi Covid-19.
"Kita berharap di akhir tahun arahnya menuju 0 atau bisa positif," kata Airlangga dalam acara Indonesia Fintech Summit 2020 yang digelar secara virtual, Rabu (11/11/2020).
Arah perbaikan ekonomi, kata dia, sudah terlihat sepanjang kuartal III, dimana pertumbuhannya lebih baik dibandingkan kuartal II sebelumnya meskipun masih dalam zona negatif.
"Kalau kita lihat secara kuartal, dari kuartal II menjadi kuartal III itu ada kenaikan 5,05 persen," katanya.
Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2020 sebesar 3,49 persen, itu artinya perekonomian Indonesia resmi menyandang status resesi akibat pada triwulan sebelumnya juga minus sebesar 5,32 persen.
"Ekonomi Indonesia pada triwulan ketiga masih mengalami kontraksi sebesar minus 3,49 persen," ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).
Kecuk mengungkapkan dari segi angka, pertumbuhan yang minus ini telah mengalami perbaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya karena masih tumbuh 5,05 persen.
"Tetapi kalau kita bandingkan dengan triwulan II tahun 2020 perekonomian kita tumbuh positif 5,05 persen," katanya.
Meski begitu secara kumulatif sepanjang tahun ini dari triwulan I hingga III, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 2,05 persen.
"Apa yang bisa kita lihat dari triwulan III, yang pertama secara PDB Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dan cukup tinggi yaitu sebesar 5,05 persen, kalau kita bandingkan dengan triwulan kedua yang artinya terjadi perbaikan ekonomi yang cukup signifikan dan ini bisa menjadi modal yang bagus untuk ekonomi kedepannya."