Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

5 Indikator Program Jokowi Terkait Produk Lokal Disebut Jalan Ditempat

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 13 November 2020 | 13:53 WIB
5 Indikator Program Jokowi Terkait Produk Lokal Disebut Jalan Ditempat
Presiden Jokowi. [Sekretariat Presiden/YouTube]

Suara.com - Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) Poppy Ismalina mengatakan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin memperbaiki daya saing produk dalam negeri di kancah global dinilainya jalan di tempat.

Poppy menilai gaungan Presiden Jokowi tersebut belum menunjukan hasil yang maksimal selama pemerintahannya.

"Salah satu hal yang selalu ditekankan Pak Jokowi dalam setiap pidato ekonominya selalu bicara bagaimana produk kita diterima di kancah global, tapi data-data statistik, pengakuan internasional tidak menunjukkan upaya tersebut bahkan bisa dikatakan ini seperti jalan di tempat," kata Poppy dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (13/11/2020).

Setidaknya kata Poppy ada 5 poin penting yang menunjukkan perbaikan daya saing produk Indonesia jalan di tempat.

Pertama, aktivitas perdagangan internasional hanya 20 persen dari dinamika ekonomi Indonesia. Kedua, penetrasi produk Indonesia di pasar global sangat rendah. Ketiga, variasi produk ekspor yang tidak berkembang.

"Variasi produk ekspor yang rendah, kalah di bawah Vietnam bahkan, kalau kalah di bawah Singapura dan Malaysia biasa tapi kalau kalah dengan Vietnam, Thailand suatu kecemasan menurut saya," katanya.

Keempat, diversifikasi produk ekspor Indonesia yang kurang berkembang.

"Ada stagnansi diversifikasi produk ekspor dari tahun 1996 sampai 2017," ucapnya.

Dan yang terakhir atau kelima adalah Indonesia ranking ketiga tertinggi untuk hambatan regulasi terhadap investasi asing.

"Kalau OECD masih memberikan ranking ketiga untuk Indonesia dalam hal hambatan regulasi untuk investasi asing," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasdem Ingatkan Rizieq: Jangan Diplintir, Seolah Jokowi Kriminalisasi Ulama

Nasdem Ingatkan Rizieq: Jangan Diplintir, Seolah Jokowi Kriminalisasi Ulama

Banten | Jum'at, 13 November 2020 | 12:06 WIB

Tak Perlu Rekonsiliasi, Nasdem: Rizieq Selalu Menyalahkan Pemerintah Terus

Tak Perlu Rekonsiliasi, Nasdem: Rizieq Selalu Menyalahkan Pemerintah Terus

Riau | Jum'at, 13 November 2020 | 11:10 WIB

Bukan Musuh, Refly Sarankan Jokowi Tak Perlu Tanggapi Rekonsiliasi HRS

Bukan Musuh, Refly Sarankan Jokowi Tak Perlu Tanggapi Rekonsiliasi HRS

News | Jum'at, 13 November 2020 | 11:09 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB