Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Banyak Kabar Gembira dari Vaksin Corona, Harga Emas Dunia Turun

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 19 November 2020 | 13:13 WIB
Banyak Kabar Gembira dari Vaksin Corona, Harga Emas Dunia Turun
Ilustrasi harga emas dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas dunia melemah karena optimisme tentang kesuksesan uji coba vaksin Pfizer meng-counter kekhawatiran atas meningkatnya infeksi virus corona dan proyeksi untuk dukungan ekonomi lebih lanjut.

Mengutip CNBC, Kamis (19/11/2020) harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi 1.872,38 dollar AS per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menyusut 0,6 persen menjadi 1.873,90 dollar AS per ounce.

Produsen obat Amerika, Pfizer, mengatakan akan mengajukan izin darurat BPOM AS setelah hasil akhir dari uji coba vaksinnya menunjukkan tingkat keberhasilan 95 persen dengan data keamanan dua bulan.

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, melambung 24 persen sepanjang tahun ini, diuntungkan dari stimulus global besar-besaran dan suku bunga mendekati nol.

Logam lainnya, perak turun 0,5 persen menjadi 24,34 dollar AS per ounce, paladium melesat 1,3 persen menjadi 2.348,78 dollar AS per ounce, dan platinum melonjak 1,9 persen menjadi 942,53 dollar AS per ounce.

Pfizer dan BioNTech mengatakan pada Rabu bahwa analisis data akhir menemukan vaksin virus corona mereka 95 persen efektif dalam mencegah Covid-19 dan tampaknya menangkis penyakit parah.

Vaksin, yang disebut BNT162b2 diklaim efektif melawan virus corona setelah dosis pertama dan keefektifannya konsisten di semua usia, ras dan etnis, kata pembuat vaksin itu.

Selain itu, para lansia, yang dianggap berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat Covid-19, bisa dicegah dengan efektivitas vaksin yang lebih dari 94 persen itu.

Vaksin tersebut ternyata juga mencegah penyakit parah pada sukarelawan. Sembilan dari 10 kasus Covid yang parah berada dalam kelompok plasebo dalam uji coba fase tiga, kata perusahaan itu.

Mereka juga tidak melihat masalah kesehatan yang “serius”, dengan sebagian besar efek samping setelah vaksinasi.

Saham Pfizer melonjak 3 persen, sementara BioNTech melonjak 6,2 persen, atas kabar ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres: Warga yang Mau Divaksin Covid-19 Bisa Daftar Online

Wapres: Warga yang Mau Divaksin Covid-19 Bisa Daftar Online

News | Kamis, 19 November 2020 | 13:00 WIB

Wapres Ma'ruf Pastikan Pemerintah Jamin Kehalalan Vaksin Virus Corona

Wapres Ma'ruf Pastikan Pemerintah Jamin Kehalalan Vaksin Virus Corona

News | Kamis, 19 November 2020 | 11:35 WIB

Air France-KLM Bersiap Angkut Jutaan Dosis Vaksin Corona ke Seluruh Dunia

Air France-KLM Bersiap Angkut Jutaan Dosis Vaksin Corona ke Seluruh Dunia

News | Kamis, 19 November 2020 | 11:34 WIB

Terkini

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB