Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Erick Thohir Minta Direksi Telkom Bisa Kembalikan Market Cap Rp 450 Triliun

Reza Gunadha, Achmad Fauzi

Kamis, 19 November 2020 | 20:16 WIB
Erick Thohir Minta Direksi Telkom Bisa Kembalikan Market Cap Rp 450 Triliun
Menteri BUMN Erick Thohir pada Sabtu (22/8/2020) malam waktu Jakarta. ANTARA/Aria Cindyara/pri. (ANTARA/HO-Kemlu RI)

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir memberikan misi khusus kepada para Direksi PT Telkom (Persero) Tbk. 

Salah satunya, bisa mengembalikan nilai kapitalisasi pasar atau market cap Telkom sebesar Rp 450 triliun.

Nilai market cap itu sama saat ini dengan saat Telkom melantai di bursa efek 25 tahun silam. Saat ini, market cap Telkom sebesar Rp 314,03 triliun. 

"Saya yakinkan dengan roadmap yang udah disepakati, saya yakin market cap di Telkom kembali naik marwahnya seperti waktu itu bisa listing harga valuasi Rp 450 triliun bisa kita capai. Ini bagian dari KPI," ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (19/11/2020).

Namun, Erick melihat, saat ini market cap mulai naik, setelah adanya strategi bisnis ke depan yang akan dijalankan Telkom. 

Menurutnya, investor sangat mempercayai langkah bisnis sekarang ke depannya. Sehingga, kembali balik berinvestasi di saham Telkom.

"Dengan diskusi bersama dan kemauan bersama dari jajaran pimpinan Telkom, baru bergerak sedikit saja, kapitalisasi pasar sudah Rp 17 triliun. Abis statement saya, turun," ucap Erick.

"Tapi langsung naik lagi karena investor tidak bodoh, investor percaya ke perusahaan yang punya startegi jangka panjang dan adaptasi dari perubahan terutama di industri yang ada di Telkom," tambahnya.

Mantan bos klub sepak bola Inter Milan ini tetap akan menekan para direksi untuk mentransformasi semua lini bisnis menjadi digital.

"Saya yakini dengan direksi dan komisaris sekarang bisa terwujud. Tapi tetap jaga kekompkan dan semangat, dan percaya dengan transformasi sekarang yang sudah kita sepakati," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sistem IT untuk Proses Vaksinasi Covid-19 Sedang Disiapkan Pemerintah

Sistem IT untuk Proses Vaksinasi Covid-19 Sedang Disiapkan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 18 November 2020 | 18:37 WIB

6 Pegawai Erick Thohir Positif Covid-19

6 Pegawai Erick Thohir Positif Covid-19

News | Selasa, 17 November 2020 | 19:18 WIB

Erick Thohir Angkat Dirut Food Station Arief Prasetyo Adi Jadi Dirut RNI

Erick Thohir Angkat Dirut Food Station Arief Prasetyo Adi Jadi Dirut RNI

Bisnis | Selasa, 17 November 2020 | 10:39 WIB

Atasi Susah Sinyal, Jaringan Kabel Bawah Laut akan Dipasang di Nusa Penida

Atasi Susah Sinyal, Jaringan Kabel Bawah Laut akan Dipasang di Nusa Penida

Bali | Rabu, 11 November 2020 | 17:12 WIB

KPK Siap Bantu SFO Inggris Selidiki Dugaan Suap di Garuda Indonesia

KPK Siap Bantu SFO Inggris Selidiki Dugaan Suap di Garuda Indonesia

News | Sabtu, 07 November 2020 | 13:23 WIB

KPK Inggris Selidiki Dugaan Suap di Garuda Indonesia

KPK Inggris Selidiki Dugaan Suap di Garuda Indonesia

Bisnis | Jum'at, 06 November 2020 | 15:53 WIB

Profil Kristia Budiyarto atau Kang Dede, Relawan Jokowi Jadi Komisaris BUMN

Profil Kristia Budiyarto atau Kang Dede, Relawan Jokowi Jadi Komisaris BUMN

News | Selasa, 03 November 2020 | 16:25 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB