Penyuluh Pertanian Diminta Jadi Lokomotif untuk Wujudkan Perbaikan Ekonomi

Fabiola Febrinastri

Selasa, 24 November 2020 | 15:28 WIB
Penyuluh Pertanian Diminta Jadi Lokomotif untuk Wujudkan Perbaikan Ekonomi
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Suara.com - Untuk tetap menjaga agar sektor pertanian mampu menopang perbaikan ekonomi nasional akibat krisis pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo minta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memiliki kemampuan membaca tantangan agroklimat. Mereka diharapkan bisa menjadi lokomotif pasukan pertanian Indonesia dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan.

"Saya ingin ke depan, kemampuan PPL di atas rata-rata. Ini penting agar kita semua bisa menjangkau tantangan baru, termasuk tantangan agroklimat, karena itu kuasai teknologi," kata, saat memberikan arahan langsung pada kegiatan Lokakarya Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), Selasa (24/11/2020).

Mentan, Syahrul Yasin Limpo, dalam Lokakarya Perhiptani, Jakarta, Selasa (24/11/2020). (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo, dalam Lokakarya Perhiptani, Jakarta, Selasa (24/11/2020). (Dok : Kementan)

Menurutnya, Perhiptani bisa menjadi lokomotif pertanian Indonesia dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan, yang berkonsep maju, mandiri dan modern. Syahrul mengatakan, pihaknya telah menyiapkan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang terhubung langsung dengan pusat data Agriculture War Room (AWR).

"Kostratani menjadi sangat penting, karena di situ, kita bisa memutus hubungan yang bisa merusak jalur pertanian dan jbisa memutus rantai pasok yang merugikan para petani," katanya.

Mentan menyampaikan, pertumbuhan pertanian di kuartal III mencapai 2,15 persen. Bahkan pada kuartal I dan II, sektor pertanian cenderung menunjukan hasil positif.

Adapun nilai ekspor pertanian Indonesia pada periode Januari-September mencapai Rp 304.57 triliun, atau naik 10,12 persen. Nilai ekspor tersebut merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

"Capaian ini masih bisa terus terjadi. Untuk itu, saya sedang berusaha agar di tahun 2021 semua pertanian sudah menggunakan cara yang modern dalam mendobrak produktivitas," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Anak Muda Indonesia Bertahan di Australia Sebagai Pekerja Gandum

Kisah Anak Muda Indonesia Bertahan di Australia Sebagai Pekerja Gandum

News | Senin, 23 November 2020 | 16:14 WIB

Hari Ini Indonesia Ekspor 21 Ton Cabai Kering ke Pakistan

Hari Ini Indonesia Ekspor 21 Ton Cabai Kering ke Pakistan

Bisnis | Minggu, 22 November 2020 | 14:17 WIB

Kementan Ungkap Strategi Lawan Resistensi Antimikroba di Hewan Ternak

Kementan Ungkap Strategi Lawan Resistensi Antimikroba di Hewan Ternak

Jabar | Kamis, 19 November 2020 | 10:25 WIB

Sediakan Pangan Masyarakat, Para Kepala Desa Diajak Aktif Bangun Pertanian

Sediakan Pangan Masyarakat, Para Kepala Desa Diajak Aktif Bangun Pertanian

Bisnis | Kamis, 19 November 2020 | 08:22 WIB

Cukup Hingga Awal Tahun 2021, Indonesia Miliki 7 Juta Ton Beras

Cukup Hingga Awal Tahun 2021, Indonesia Miliki 7 Juta Ton Beras

Bisnis | Rabu, 18 November 2020 | 19:15 WIB

Cegah Resistensi Antimikroba pada Hewan Ternak, Ini Strategi Kementan

Cegah Resistensi Antimikroba pada Hewan Ternak, Ini Strategi Kementan

Health | Rabu, 18 November 2020 | 18:34 WIB

Terkini

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 20:59 WIB

Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober

Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 20:55 WIB

Dari Bawah Laut hingga Pegunungan, Tren Adventure Makin Beragam

Dari Bawah Laut hingga Pegunungan, Tren Adventure Makin Beragam

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 20:54 WIB

Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika, Vaksindo Ekspor Rp1,9 Miliar

Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika, Vaksindo Ekspor Rp1,9 Miliar

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 20:52 WIB

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:51 WIB

Muncul Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Muncul Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Kamis, 24 September 2026 | 20:49 WIB

Faktor X yang Buat Beckham Putra Cs Tak Dipanggil John Herdman, Masalah Attitude?

Faktor X yang Buat Beckham Putra Cs Tak Dipanggil John Herdman, Masalah Attitude?

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 20:48 WIB

Prabowo Setuju Badan Baru Kelola Gambut, Apa Bedanya dengan Lembaga Restorasi Dulu?

Prabowo Setuju Badan Baru Kelola Gambut, Apa Bedanya dengan Lembaga Restorasi Dulu?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 20:40 WIB

Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano

Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 20:37 WIB

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:32 WIB

×