Gairahkan Iklim Investasi, Kementan Rancang Penataan Regulasi Pertanian

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 26 November 2020 | 17:57 WIB
Gairahkan Iklim Investasi, Kementan Rancang Penataan Regulasi Pertanian
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan).

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus berupaya menata regulasi sektor pertanian. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan penataan regulasi sangat penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga pertanian bisa tumbuh lebih kuat lagi.

“Tugas pokok dan fungsi dari Kementerian Pertanian adalah membangun dan menjalankan regulasi yang baik, sehingga dinamika pembangunan pertanian di negara ini dapat berjalan dengan baik,” ungkap Syahrul saat menjadi keynote speaker pada seminar internasional “Sharing of Good Practies and Lessons-Learned of Regulatory Improvement in Asia” secara teleconference, Kamis (26/11/2020). 

Syahrul sendiri menyambut baik diselenggarakannya seminar internasional ini. Seminar yang diselenggarakan atas kolaborasi Kementerian Pertanian dengan proyek The National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED) diharapkan bisa menjadi wadah bagi Indonesia untuk mendapatkan masukan penataan regulasi dari sejumlah lembaga internasional maupun pemerintah negara lain. 

“Referensi dari negara lain ataupun lembaga internasional sangat penting bagi kita untuk bisa menyusun regulasi yang lebih baik. Kita harus bisa memperkuat ekonomi negara dengan mendorong masuknya investasi. Regulasi harus bisa disederhanakan sehingga investasi yang masuk bisa lebih lancar,” tutur Syahrul.  

Tapi Syahrul menekankan penataan regulasi pertanian selayaknya tetap mengutamakan kepentingan petani kecil. “Substansi regulasi harus tetap memberi ruang bagi petani kecil untuk mendapatkan tempat dalam akselerasi ekonomi yang akan ditempuh ke depannya,” tegas Syahrul.

Syahrul menyebutkan petani memiliki peran penting dalam kontribusi besar sektor pertanian dalam perekonomian Indonesia selama masa pandemi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa selama triwulan II dan III dari pelaksanaan pembangunan di Indonesia, pertumbuhan ekonomi menunjukan angka negatif, yaitu minus 5,32 serta minus 3,45. Tapi penurunan ekonomi Indonesia disebutkan tidak terlalu dalam bila dibandingkan negara-negara tetangga. 

Selama dua triwulan terakhir tersebut, sektor pertanian tetap dapat tumbuh positif. Pada triwulan II, sektor pertanian tumbuh positif 16,24 persen dan triwulan III tumbuh 2,15 persen. 

baca juga

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras petani dan kami tidak ragu untuk menyatakan petani merupakan pahlawan pangan kita di tengah ancaman pandemi saat ini,” sebut Syahrul. 

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Erizal Jamal yang turut menjadi pembicara dari pihak pemerintah Indonesia, memaparkan pengalaman Kementan dalam melakukan perbaikan dalam proses penyusunan regulasi, pasca ditetapkannya Undang-Undang nomor 11 tentang Cipta Kerja. 

“Bekerjasama dengan NSLIC/NSELRED, kami memetakan regulasi dan pembuatan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK)  berbasis resiko (Risk-Based Approach),  mendukung Online Single Submission/OSS. OSS bertujuan untuk memudahkan dan mengurangi waktu serta proses memulai bisnis di Indonesia,” ungkap Erizal. 

Erizal menyebutkan NSLIC/NSELRED merupakan proyek yang didanai oleh Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) bekerjasama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. NSLIC/NSELRED bertujuan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam perbaikan iklim investasi dan pengembangan ekonomi lokal termasuk perbaikan regulasi dan peraturan yang menghambat iklim investasi dan ekonomi yang pada akhirnya dapat berkontribusi untuk peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan bagi laki-laki dan perempuan miskin di Indonesia.  

Duta Besar Kanada untuk Indonesia, H.E. Cameron MacKay, mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas perbaikan yang berkelanjutan dari proses pembuatan peraturan.

Diharapkan dengan berbagi praktik baik dan pengalaman dalam perbaikan regulasi dapat menjadi pemicu perbaikan regulasi di antara negara – negara peserta seminar serta mendorong iklim investasi. 

“Regulasi yang berkualitas harus berbasis pada bukti, menyediakan konsultasi dengan pemangku kepentingan, termasuk mitra internasional, dan sesuai dengan perjanjian internasional yang relevan. Saya senang sekali bahwa proyek kami mendukung pemerintah Indonesia untuk memperkuat kapasitasnya dalam mengembangkan peraturan berkualitas yang menguntungkan petani, masyarakat, dan bisnis di sektor pertanian,” jelas Cameron. 

Sementara itu, perwakilan Asian Development Bank (ADB) Shingo Kimora menyampaikan reformasi regulasi pertanian sangat penting karena  sektor pertanian semakin mengarah kepada sektor yang berorientasi pada pelayanan. Integrasi antara pertanian dan sektor lainnya pun dapat mendorong keberlangsungan inovasi. “Regulasi juga diperlukan untuk mendorong investasi dari pihak swasta,” terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terbaik Peringkat I, Kementan Raih Penghargaan Komisi Informasi Publik

Terbaik Peringkat I, Kementan Raih Penghargaan Komisi Informasi Publik

News | Kamis, 26 November 2020 | 16:11 WIB

Mentan : Kementan Layani Masyarakat dengan Maksimal sebagai Lembaga Negara

Mentan : Kementan Layani Masyarakat dengan Maksimal sebagai Lembaga Negara

News | Rabu, 25 November 2020 | 19:30 WIB

Penyuluh Pertanian Diminta Jadi Lokomotif untuk Wujudkan Perbaikan Ekonomi

Penyuluh Pertanian Diminta Jadi Lokomotif untuk Wujudkan Perbaikan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 24 November 2020 | 15:28 WIB

Hari Ini Indonesia Ekspor 21 Ton Cabai Kering ke Pakistan

Hari Ini Indonesia Ekspor 21 Ton Cabai Kering ke Pakistan

Bisnis | Minggu, 22 November 2020 | 14:17 WIB

Kementan Ungkap Strategi Lawan Resistensi Antimikroba di Hewan Ternak

Kementan Ungkap Strategi Lawan Resistensi Antimikroba di Hewan Ternak

Jabar | Kamis, 19 November 2020 | 10:25 WIB

Sediakan Pangan Masyarakat, Para Kepala Desa Diajak Aktif Bangun Pertanian

Sediakan Pangan Masyarakat, Para Kepala Desa Diajak Aktif Bangun Pertanian

Bisnis | Kamis, 19 November 2020 | 08:22 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×