alexametrics

Kunker ke AS, Luhut Ditanya Soal Keamanan Indonesia Saat Rizieq Pulang

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi
Kunker ke AS, Luhut Ditanya Soal Keamanan Indonesia Saat Rizieq Pulang
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Humas Kemenko Marves)

Pertanyaan tersebut disampaikan kepada Luhut ketika dirinya melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut banyak pihak yang menanyakan keamanan pariwisata di Indonesia, termasuk di Amerika Serikat.

Pertanyaan tersebut disampaikan kepada Luhut ketika dirinya melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. 

Terlebih, lanjutnya, pertanyaan tersebut didapatkan setelah kepulangan Rizieq Sihab yang membuat kerumunan di mana-mana dan terdengar sampai negeri Paman Sam itu.

"Jadi kemarin waktu saya di Amerika itu ada pertanyaan bagaimana keamanan Indonesia. Dan ada tulisan d imana itu di surat kabar di Amerika kalau nggak keliru mengenai keadaan waktu itu," ujar Luhut dalam Rakor Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Kamis (27/11/2020).

Baca Juga: Keluarga Habib Rizieq Tolak Tes Swab Ulang

Menurut Luhut, semua pihak harusnya menciptakan keamanan di negara sendiri. Sebab, jika tidak maka wisatawan asing akan enggan berwisata di Indonesia.

Apalagi, kini pemerintah tengah berusaha untuk mengembangkan lima destinasi pariwisata super prioritas untuk mendatangkan banyak turis.

"Jadi dia mesti datang rasa aman. Kalau dia tidak ada rasa aman itu repot. Tadi saya bisikan sama Pak Sofyan, ya kalau kita demo, seperti kemarin ada pulang dari anu. Terus gitu, orang bilang 'ngapain gue datang ke situ?'" ucapnya.

Selain itu, Luhut juga meminta kepada beberapa pihak agar tak menciptakan isu yang menimbulkan kerusuhan masyarakat. 

Karena, tambahnya, imbas dari kerusuhan tersebut tak baik ke depannnya, terutama untuk pariwisata.

Baca Juga: Anies dan Pejabatnya Diperiksa Soal Kerumunan Hajatan, Begini Kata Wagub

"Mungkin para pemimpin tidak sadar bahwa apa yang dia lakukan itu mendistorsi apa yang sedang kita kerjakan sekarang. Jadi kita jangan menurut saya membuat suasana-suasana mencekam, yang nggak bagus," pungkas Luhut.

Komentar