alexametrics

Sri Mulyani Dapat Pertanyaan Cerdas dari Anak SD, Ini Isinya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Sri Mulyani Dapat Pertanyaan Cerdas dari Anak SD, Ini Isinya
Menkeu Sri Mulyani. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkesempatan menjadi pengajar ratusan anak-anak siswa dan siswi mulai dari jenjang SD sampai SMA.

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19, Kemenkeu Mengajar tetap dilaksanakan. Pada Kemenkeu Mengajar 5, seluruh rangkaian kegiatan baik dari hari Briefing, Hari Mengajar dan juga Hari Refleksi dilaksanakan secara daring (online).

Pada pelaksanaan Kemenkeu Mengajar yang dilaksanakan Senin (30/11/2020) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkesempatan menjadi pengajar ratusan anak-anak siswa dan siswi mulai dari jenjang SD sampai SMA.

Ketika sesi tanya jawab seorang siswa bernama Kaisar Khais Muqodam dari SD Berkarakter Al-Biruni, bertanya kepada Sri Mulyani dengan pertanyaan yang membuat Sri Mulyani tersenyum tipis.

"Saya ingin bertanya kepada Bu Menteri, bagaimana caranya mengatur keuangan negara dan jika negara kekurang uang apa yang akan dilakukan negara," tanya Kaisar.

Baca Juga: Viral Debt Collector Corat-coret Rumah Warga, Publik: Nagih Utang Zaman Now

Atas pertanyaan itu, Sri Mulyani pun menjelaskan kepada Kaisar.

"Bagaimana caranya kalau negara kita kekurang uang, tentunya kita cari pembiayaan atau bahasa kerennya utang. Pembiayaan itu bahasa APBN," kata Sri Mulyani menjelaskan.

Tak sampai disitu, Sri Mulyani mengatakan hampir seluruh negara di dunia ini memiliki utang baik negara maju maupun negara miskin.

"Kalau kalian pernah dengar Singapura, Malaysia, atau Jepang ataupun Korea dan mengatakan mereka lebih kaya dari pada kita, tetap saja mereka punya utang," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun menambahkan bahwa yang terpenting dari utang adalah soal pengelolaannya, jangan sampai utang tersebut justru menimbulkan krisis bagi sektor keuangan.

Baca Juga: Sebulan Utang Pemerintah Naik Rp 120,3 T, Posisi Sekarang Rp Rp 5.877,17 T

"Jadi yang terpenting adalah pengelolaan utang, kita cari utang yang terbaik dan agar tak menjadi krisis keuangan," pungkasnya.

Komentar