Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Suku Bunga Kredit Perbankan Turun Tipis Jadi 9,80 Persen

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 30 November 2020 | 16:23 WIB
Suku Bunga Kredit Perbankan Turun Tipis Jadi 9,80 Persen
Bank Indonesia

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat suku bunga kredit perbankan mulai turun pada Oktober 2020. Pada Oktober 2020, rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat sebesar 9,80 persen, turun 5 basis poin dibandingkan 9,85 persen pada bulan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata tertimbang suku bunga simpanan berjangka juga mengalami penurunan pada seluruh jenis tenornya.

"Suku bunga simpanan berjangka tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12, serta 24 bulan menurun, dari masing-masing 4,93 persen, 5,13 persen, 5,55 persen, 6,03 persen dan 7,16 persen pada September 2020 menjadi 4,68 persen, 4,78 persen, 5,38 persen, 5,96 persen, dan 7,03 persen pada Oktober 2020," kata BI dalam laporannya, Senin (30/11/2020).

Namun demikian, meski suku bunga kredit turun tipis, tetapi kinerja laju kredit belum memuaskan. Sebab, pada Oktober 2020 tercatat kredit yang disalurkan perbankan masih -9 persen.

Penyaluran kredit pada Oktober 2020 tercatat sebesar Rp 5.484,9 triliun atau tumbuh negatif -0,9 persen (yoy), lebih dalam bila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya (-0,4 persen, yoy).

Menurut pantauan BI, kontraksi penyaluran kredit disebabkan penurunan kredit kepada debitur korporasi dan perlambatan kredit perorangan.

Adapun, kredit kepada korporasi tercatat turun lebih dalam, dari -0,7 persen (yoy) pada September 2020 menjadi -1,6 persen (yoy) pada Oktober 2020.

Sedangkan, penyaluran kredit pada debitur perorangan mengalami perlambatan, dari 0,7 persen (yoy) menjadi 0,6 persen (yoy).

Berdasarkan jenis penggunaannya, kontaksi kredit dipengaruhi oleh melambatnya kredit investasi (Kl) dan kredit konsumsi (KK), serta kredit modal kerja (KMK) yang masih terkontraksi meski tidak sedalam bulan sebelumnya.

Kredit investasi (KI) tercatat tumbuh 1,4 persen (yoy) pada Oktober 2020, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,4 persen (yoy).

Perlambatan tersebut disebabkan oleh sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan serta sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR).

Di tengah tren perlambatan kredit, penyaluran kredit kepada sektor Properti pada Oktober 2020 justru mengalami peningkatan, dari 2,2 persen (yoy) pada September 2020 menjadi 3,1 persen yoy), didorong oleh peningkatan kredit KPR/KPA dan kredit Konstruksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Catat Uang Beredar di Masyarakat Rp 6.780 Triliun Hingga Oktober 2020

BI Catat Uang Beredar di Masyarakat Rp 6.780 Triliun Hingga Oktober 2020

Bisnis | Senin, 30 November 2020 | 13:20 WIB

Gubernur BI Yakin RI Bisa Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah

Gubernur BI Yakin RI Bisa Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah

Bisnis | Senin, 30 November 2020 | 11:23 WIB

Sampai Oktober, Nilai Utang Indonesia Jadi Rp 5.877,17 Triliun

Sampai Oktober, Nilai Utang Indonesia Jadi Rp 5.877,17 Triliun

Riau | Kamis, 26 November 2020 | 08:56 WIB

Terkini

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:18 WIB

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:10 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:09 WIB

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:01 WIB