Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.561,329
LQ45 749,027
Srikehati 347,294
JII 525,953
USD/IDR 17.184

OPEC Tunda Pertemuan, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 02 Desember 2020 | 10:42 WIB
OPEC Tunda Pertemuan, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia melanjutkan penurunannya setelah OPEC dan sekutunya menempatkan pasar dalam ketidakpastian dengan menunda pertemuan formal guna memutuskan apakah akan menaikkan produksi pada Januari atau tidak.

Mengutip CNBC, Rabu (2/12/2020) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melemah 46 sen, atau 1 persen menjadi 47,42 dollar AS per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, merosot 79 sen, atau 1,7 persen, menjadi 44,55 dollar AS per barel.

Organisasi Negara Eksportir Minyak, Rusia dan sekutu lainnya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, menunda pembicaraan tentang kebijakan produksi tahun depan.

OPEC Plus diprediksi mengurangi pemotongan produksi saat ini 7,7 juta barel per hari (bph) sebesar 2 juta bph mulai Januari.

"Namun, kelompok tersebut telah mempertimbangkan untuk memperpanjang pemotongan yang ada sekitar 8 persen dari permintaan global hingga beberapa bulan pertama 2021, posisi yang didukung oleh pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi," kata narasumber.

Rusia, sementara itu, mendukung peningkatan secara bertahap. Pasokan tambahan itu akan memukul reli baru-baru ini yang membuat harga melonjak sekitar 27 persen pada November, dan beberapa negara khawatir tentang harga yang lebih rendah karena permintaan tetap lemah dan infeksi Covid-19 meroket.

"Grup itu mungkin akan menemukan beberapa kompromi untuk menyelamatkan muka, dengan perpanjangan yang singkat menjadi hasil yang paling mungkin diikuti oleh pengembalian produksi secara bertahap," kata Helima Croft, analis Royal Bank of Canada.

"Meski demikian, perselisihan terbaru ini bukan pertanda baik bagi kohesi kolektif pada 2021 ketika optimisme vaksin meningkat dan produsen mengantisipasi pemulihan yang kuat," tambahnya.

Kedua tolok ukur itu reli baru-baru ini didorong harapan vaksin Covid-19 akan meningkatkan ekonomi global dan permintaan bahan bakar, dibantu oleh ekspektasi bahwa produsen minyak bakal mengendalikan produksi dengan ketat di tengah gelombang baru virus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Berlarut-larut, Harga Minyak Dunia Tertekan

Pandemi Berlarut-larut, Harga Minyak Dunia Tertekan

Bisnis | Selasa, 01 Desember 2020 | 08:32 WIB

Tren Harga Minyak Dunia Terus Naik Seiring Kabar Baik Vaksin Corona

Tren Harga Minyak Dunia Terus Naik Seiring Kabar Baik Vaksin Corona

Bisnis | Senin, 30 November 2020 | 09:14 WIB

Pasokan Berlimpah, Harga Minyak Dunia Anjlok

Pasokan Berlimpah, Harga Minyak Dunia Anjlok

Bisnis | Jum'at, 27 November 2020 | 07:56 WIB

Terkini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:01 WIB

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 19:49 WIB

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:51 WIB

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:50 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:22 WIB