Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.561,329
LQ45 749,027
Srikehati 347,294
JII 525,953
USD/IDR 17.184

Stimulus AS dan Vaksin Dongkrak Harga Minyak ke Level Tertingginya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 07 Desember 2020 | 08:19 WIB
Stimulus AS dan Vaksin Dongkrak Harga Minyak ke Level Tertingginya
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak bergerak menguat pada perdagangan akhir pekan lalu. Lonjakan harga ini terjadi seiring ekspektasi stimulus ekonomi AS yang makin terang benderang, selain itu kabar baik vaksin virus corona juga membantu harga minyak untuk menguat.

RUU Stimulus Ekonomi sebesar 908 miliar dollar AS untuk program mengatasi dampak pandemi corona terhadap ekonomi AS mendapatkan momentum di Kongres AS.

Mengutip CNBC, Senin (7/12/2020) harga minyak Brent naik 1,11 persen ke harga 49,25 dollar AS per barel setelah mencapai level tertinggi sejak awal Maret di 49,92 dollar AS.

Sementara itu untuk minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,99 persen di harga 46,26 dollar AS per barel setelah menyentuh tertinggi 46,68 dollar AS per barel.

Kedua tolok ukur berada di jalur keuntungan minggu kelima berturut-turut.

OPEC +, yang terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, menyetujui kompromi untuk sedikit meningkatkan produksi mulai Januari tetapi melanjutkan pembatasan pasokan yang ada untuk mengatasi lemahnya permintaan akibat dampak virus corona.

OPEC dan Rusia sepakat untuk mengurangi pengurangan produksi minyak mulai Januari sebesar 500.000 barel per hari dengan kenaikan lebih lanjut yang belum ditentukan setiap bulannya. Tetapi mereka gagal mencapai kompromi mengenai kebijakan yang lebih luas untuk sisa tahun 2021.

OPEC + diperkirakan akan melanjutkan pemotongan yang ada hingga setidaknya Maret, setelah mundur dari rencana untuk meningkatkan produksi sebesar 2 juta barel per hari.

Dengan keputusan ini, berarti grup tersebut akan mengurangi produksi sebesar 7,2 juta barel per hari, atau 7 persen dari permintaan global mulai Januari, dibandingkan dengan pemotongan saat ini sebesar 7,7 juta barel per hari.

Minyak Brent untuk pengiriman terdekat ke bulan-bulan mendatang berada pada level tertinggi sejak Februari, struktur yang disebut backwardation, yang biasanya menunjuk pada pengetatan pasokan dan menunjukkan surutnya kekhawatiran akan kelebihan pasokan saat ini.

Produksi AS telah pulih dari posisi terendah dalam dua setengah tahun terakhir yang disentuh pada Mei. Jumlah rig minyak AS, indikator produksi masa depan, naik 10 menjadi 241 pekan lalu, tertinggi sejak Mei.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OPEC Tambah Produksi, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

OPEC Tambah Produksi, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 04 Desember 2020 | 09:06 WIB

Inggris Setujui Penggunaan Vaksin, Harga Minyak Langsung Melesat

Inggris Setujui Penggunaan Vaksin, Harga Minyak Langsung Melesat

Bisnis | Kamis, 03 Desember 2020 | 07:47 WIB

OPEC Tunda Pertemuan, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi

OPEC Tunda Pertemuan, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi

Bisnis | Rabu, 02 Desember 2020 | 10:42 WIB

Terkini

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:26 WIB

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:22 WIB

Isu Gaji Pensiunan PNS Dirapel dan Cair Cepat, PT Taspen Ungkap Info Terbaru

Isu Gaji Pensiunan PNS Dirapel dan Cair Cepat, PT Taspen Ungkap Info Terbaru

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:02 WIB

Kinerja Kontrak ADHI Tumbuh 131,5 Persen Pada Kuartal I, Mayoritas Proyek Pemerintah

Kinerja Kontrak ADHI Tumbuh 131,5 Persen Pada Kuartal I, Mayoritas Proyek Pemerintah

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:53 WIB

Harga Minyak Goreng Naik Hampir di Seluruh Indonesia

Harga Minyak Goreng Naik Hampir di Seluruh Indonesia

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:51 WIB

BRI Integrasikan Keuangan Berkelanjutan, Perkuat Komitmen Sosial dan Lingkungan

BRI Integrasikan Keuangan Berkelanjutan, Perkuat Komitmen Sosial dan Lingkungan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:48 WIB

Cara Dapat iPhone 17 dan Infiinix HOT 60i dari Belanja di Bingxue

Cara Dapat iPhone 17 dan Infiinix HOT 60i dari Belanja di Bingxue

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:40 WIB

Gaya Koboi Purbaya Keluar Saat IMF Tawarkan Utang Jumbo Rp514 T: Wah Mukanya Langsung Asem!

Gaya Koboi Purbaya Keluar Saat IMF Tawarkan Utang Jumbo Rp514 T: Wah Mukanya Langsung Asem!

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:31 WIB