Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Perkebunan Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sektor Pertanian

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 12 Desember 2020 | 19:20 WIB
Perkebunan Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sektor Pertanian
Kebun kubis di Kecamatan Wanayasa, dataran tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara. [Suara.com/Khoirul]

Suara.com - Sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor yang mengalami pertumbuhan ditengah terpaan badai Pandemi Covid-19. Sementara sektor lain angkanya negatif, sektor pertanian mencatat angka positif dengan pertumbuhan PDB pertanian kuartal II sebesar 19,24 persen dan kuartal III sebesar 2,19 persen.

Kementerian Pertanian optimis kuartal IV juga akan mengalami peningkatan.  Salah satunya subsektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan tersebut.

Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono mengatakan bahwa salah satu pendorong pertumbuhan itu adalah ekspor.

“Ekspor kita naik 11,6 persen dari tahun 2019. Dari Januari sampai Oktober 2020 besarnya 359,5 trilliun dan lebih dari 90% berasal dari subsektor perkebunan,” terang Kasdi saat diwawancarai dalam acara peringatan Hari Perkebunan ke-63 di Scientia Square Park, Serpong, Tangerang, Banten, Jawa Barat (10/12).

Kasdi juga menerangkan jika Gerakan Ekspor Tiga Kali Lipat yang merupakan kebijakan Menteri Pertanian sebagai tindak lanjut arahan Presiden  untuk mengakselerasi dan memultiplikasi ekspor, selama ini memang menjadi fokus Kementerian Pertanian dengan dukungan serta sinergi yang kuat dari segenap stakeholder dari mulai petani, pelaku usaha sampai ke pemerintah daerah.

Ditegaskan Kasdi jika kemitraan petani dengan perusahaan yang selama ini senantiasa diperkuat salah satunya lewat skema plasma inti memang menjadi kunci.

“Kemitraan tersebut menjamin pasar bagi petani dan menjamin ketersediaan bahan atau produk bagi perusahaan.” terang Kasdi. “Salah satu yang kita dorong lewat skema plasma inti juga adalah para pelaku UMKM sektor pertanian, khususnya subsektor perkebunan,” tambahnya.

Dalam acara peringatan Hari Perkebunan itu sendiri dilangsungkan prosesi pelepasan ekspor hasil perkebunan yaitu briket tempurung kelapa ke Irak satu container sebesar dengan berat 10Kg per-dus dari PT Tom Cococha Indonesia. Kasdi menjelaskan bahwa nilai tersebut belum merupakan akumulasi nilai ekspor dari PT Tom Cococha Indonesia.

“Perusahaan tersebut untuk produk briket tempurung kelapa, dalam satu tahun mampu mengekspor 2000 ton dan mencatat nilai ekspor sebesar 500 milliar,” terang Kasdi. Sedangkan secara nasional, untuk produk briket tersebut nilai ekspornya mencapai 7 trilliun,” tambahnya.

“Pada peringatan Hari Perkebunan yang ke 63 ini, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut membangun sektor pertanian terutama subsector perkebunan. Mari bersama kita majukan komoditas perkebunan Indonesia”, tambah Kasdi dalam sambutannya

Untuk lebih menggenjot ekspor, Kasdi menuturkan jika Kementerian Pertanian akan fokus kepada penyediaan benih berkualitas tinggi sehingga produk perkebunan Indonesia lebih menarik bagi pasar internasional. “Kita men-targetkan 15 juta benih untuk 14 komoditas,” tutup Kasdi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prof. Tjipta Lesmana : Kinerja Sektor Pertanian sangat Mengejutkan

Prof. Tjipta Lesmana : Kinerja Sektor Pertanian sangat Mengejutkan

Bisnis | Jum'at, 11 Desember 2020 | 08:34 WIB

Vaksin Masuk RI, Pengusaha Optimis Ekonomi Rebound di 2021

Vaksin Masuk RI, Pengusaha Optimis Ekonomi Rebound di 2021

Bisnis | Kamis, 10 Desember 2020 | 18:34 WIB

Agro Solution Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Pertanian Banyuwangi

Agro Solution Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Pertanian Banyuwangi

Bisnis | Kamis, 10 Desember 2020 | 16:57 WIB

Terkini

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB