alexametrics

Bansos Diharapkan Jadi Motor Penggerak Daya Beli di Awal Tahun

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Bansos Diharapkan Jadi Motor Penggerak Daya Beli di Awal Tahun
Ilustrasi penyaluran bansos.

Presiden Jokowi pun menekankan agar bansos tersebut segera disalurkan di bulan Januari supaya menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi.

Suara.com - Pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat penerima manfaat di tahun 2021.

Presiden Jokowi pun menekankan agar bansos tersebut segera disalurkan di bulan Januari supaya menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi.

"Saya sudah sampaikan ini pada Pak Menko tapi ini ada Bu Mensos, Januari awal harus tersalurkan karena akan memberikan trigger pada pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab), Kamis (31/12/2020).

Pada APBN tahun 2021, anggaran sebesar Rp 110 triliun telah disiapkan oleh pemerintah untuk melanjutkan program perlindungan sosial.

Baca Juga: Curhat Bansos Selalu Ada yang Hilang, Wanita Ini Ingin Lapor Jokowi

Dari sejumlah anggaran tersebut, Presiden merinci, sebanyak Rp 45,1 triliun disiapkan untuk program kartu sembako yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing Rp 200 ribu per bulan.

Kemudian untuk Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah menyiapkan Rp 28,7 triliun untuk 10 juta KPM selama 4 triwulan. Selanjutnya, untuk bansos tunai pemerintah menyiapkan Rp 12 triliun bagi 10 juta KPM, masing-masing Rp 300 ribu selama 4 bulan.

Kemudian program kartu prakerja Rp 10 triliun, bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa Rp 14,4 triliun. Kemudian ditambah dengan diskon listrik selama 6 bulan ini Rp 3,78 triliun.

“Jadi jangan sampai mundur. Bulan Januari harus sudah bisa dimulai karena ini menyangkut daya ungkit ekonomi, menyangkut daya beli masyarakat, konsumsi rumah tangga, yang kita ingin ini bisa menggerakkan demand atau permintaan,” jelasnya.

Baca Juga: Terima Bansos Tapi Isinya Selalu Ada yang Hilang, Curhatan Wanita Ini Viral

Komentar