Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Konsumsi dan Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Pertumbuhan Kredit Perbankan

Fabiola Febrinastri

Kamis, 07 Januari 2021 | 09:41 WIB
Konsumsi dan Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Pertumbuhan Kredit Perbankan
Direktur Utama BRI, Sunarso. (Dok : BRI)

Suara.com - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang terdiri dari BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN memandang bahwa penurunan suku bunga bukan merupakan faktor utama pendorong pertumbuhan kredit. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Himbara, yang juga merupakan Direktur Utama BRI, Sunarso dalam Ngobrol Bareng Pemred dan Himbara, di Jakarta, Rabu (6/1/2020).

Sunarso mengungkapkan, permintaan kredit dapat meningkat apabila konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat meningkat.

“Dengan menggunakan analisa model ekonometrika secara umum, terbukti bahwa pertumbuhan kredit dipengaruhi secara signifikan oleh variabel konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Oleh karenanya sudah sangat tepat dalam kondisi pandemi ini, pemerintah mengeluarkan berbagai stimulus langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah diikuti penurunan suku bunga pinjaman, namun penurunan suku bunga pinjaman tidak diikuti kenaikan pertumbuhan pinjaman.

“Kita mesti bijaksana melihat cara untuk meningkatkan pertumbuhan kredit, karena turunnya suku bunga tidak tidak selalu bisa mengatrol pertumbuhan kredit,” imbuh Sunarso.

“Trend penurunan pertumbuhan pinjaman,termasuk Bank Himbara, sejak 2012, terjadi pada saat suku bunga perbankan cenderung turun. Penurunan suku bunga KUR juga tidak mendorong peningkatan agregat pinjaman perbankan, pada tahun 2015 dan 2016, saat suku bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) menurun signifikan, loan growth justru menurun sampai di bawah 10 persen. Jadi kunci demand kredit ada di konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” papar Sunarso.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menyebut, biaya dana (Cost of Fund-CoF) Himbara saat ini belum bisa rendah, karena portofolio pendanaan bank-bank milik negara masih memiliki porsi dana mahal yang relatif besar. Ke depan, perlu ada diversifikasi jenis pendanaan yang dilakukan Himbara, khususnya jenis simpanan dana murah untuk menekan tingkat biaya dana.

“Kalau dilihat, rasio CASA (dana murah) di salah satu bank swasta nasional, sudah di atas 70 persen, sementara di kami mungkin kisaran 65 persen sampai mendekati 70 persen. Ke depan, kita harus melihat bagaimana HIMBARA menumbuhkan CASA rasionya,” ujar Darmawan.

Berkaca dengan kondisi yang ada, Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar memprediksi, pertumbuhan kredit industri perbankan di Indonesia dalam kurun 6 bulan ke depan kemungkinan akan ada di kisaran maksimal 5 persen.

baca juga

“Saya yakin, perbankan sekarang melihatnya lebih banyak ke (proyeksi) jangka pendek, belum melihat setahun penuh. Dalam 6 bulan ke depan, saya yakin, pertumbuhan kredit rata-rata tertinggi 5 persen. Industri saat ini dalam proses recovery, sehingga masih membutuhkan waktu . Nanti kalau ekonomi membaik dan daya beli menengah atas pulih pasti kami akan genjot (untuk mencapai pertumbuhan) double digit. Namun sekarang semua pasti akan lihat lebih pendek, periode 3-6 bulan,” ujar Royke.

Sementara itu Plt. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan, BTN terus berinovasi untuk meningkatkan CASA.

“Karena kami kreditnya panjang, di mana tenor KPR bahkan ada yang 25 tahun dan average maturity-nya rata-rata di atas 10 tahun, sehingga kalau dananya mengandalkan DPK relatif pendek-pendek. Kemudian dalam isu CASA, benar bahwa deposito kami masih paling banyak. Belakangan, kami mulai masuk ke arah perbaikan strategi CASA dan transaksi,” tambah Nixon.

Saat ini, Himbara telah mendominasi market share bank umum nasional, baik dari segi aset, pinjaman dan simpanan. Market share Himbara untuk aset sebesar 41,59 persen, pinjaman 43,54 persen dan simpanan 43,46 persen.

Peran Himbara dalam agenda pembangunan nasional tidak hanya terbatas pada penyaluran kredit semata. Lembaga ini juga mengambil peran dalam kaitannya pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan juga penyaluran bantuan sosial yang digulirkan oleh pemerintah.

Menjalankan peran sebagai agent of development, Himbara sebagai entitas bisnis tidak hanya bertugas untuk menciptakan “Economic Value” tetapi juga “Social Value” kepada seluruh stakeholders.

Himbara juga berkomitmen akan terus menjadi mitra utama pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi. Salah satu strateginya adalah fokus pada strategi peningkatan daya beli masyarakat sebagai kunci pertumbuhan kredit atau business follow stimulus. Selain itu, masing-masing bank anggota Himbara akan fokus pada pertumbuhan kredit, sesuai dengan core business-nya.

“Kita harus bisa menyalurkan cashflow ke masyarakat, melalui penyaluran stimulus dan dengan memberikan lapangan pekerjaan. Untuk itu, proyek-proyek infrastruktur yang memiliki paling banyak multiplier effects dan mempekerjakan banyak orang tidak boleh berhenti. Selain itu, perlu ada perubahan regulasi agar piutang Bank Himbara tidak dikategorikan sebagai piutang negara, agar Bank Himbara bisa lebih lincah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut secara Good Corporate Governance (GCG) dan jutaan UMKM bisa kembali mendapatkan akses untuk memperoleh kredit dari perbankan,” tutup Sunarso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Himbara Siap Sukseskan Penyaluran Bantuan Tunai di 514 Kota

Himbara Siap Sukseskan Penyaluran Bantuan Tunai di 514 Kota

Bisnis | Rabu, 06 Januari 2021 | 10:44 WIB

Pencairan BPUM di BRI Dapat Dilakukan Hingga Januari 2021

Pencairan BPUM di BRI Dapat Dilakukan Hingga Januari 2021

Bisnis | Senin, 04 Januari 2021 | 16:57 WIB

Optimisme BRI Menyongsong Tahun 2021

Optimisme BRI Menyongsong Tahun 2021

Bisnis | Senin, 04 Januari 2021 | 11:11 WIB

Bangkitkan UMKM, Ini Strategi BRI Akselerasi Penyaluran KUR Tahun 2021

Bangkitkan UMKM, Ini Strategi BRI Akselerasi Penyaluran KUR Tahun 2021

Bisnis | Sabtu, 02 Januari 2021 | 12:14 WIB

Bansos Diharapkan Jadi Motor Penggerak Daya Beli di Awal Tahun

Bansos Diharapkan Jadi Motor Penggerak Daya Beli di Awal Tahun

Bisnis | Kamis, 31 Desember 2020 | 14:10 WIB

Digital Banking BRImo Semakin Seru dengan Promo Paket Data Telkomsel

Digital Banking BRImo Semakin Seru dengan Promo Paket Data Telkomsel

Bisnis | Kamis, 31 Desember 2020 | 13:37 WIB

Terkini

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:55 WIB

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:25 WIB

×