Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Harga Minyak Mentah Rekor Terendah dalam 2 Pekan, Mulai Turun di Bawah US$100

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 25 Mei 2026 | 10:09 WIB
Harga Minyak Mentah Rekor Terendah dalam 2 Pekan, Mulai Turun di Bawah US$100
Ilustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia merosot ke level terendah pada 25 Mei 2026 akibat rencana perdamaian Amerika Serikat dan Iran.
  • Presiden Donald Trump menyatakan kedua negara telah menyepakati draf nota kesepahaman untuk membuka kembali blokade Selat Hormuz.
  • Pemulihan arus logistik energi diprediksi memerlukan waktu berbulan-bulan karena adanya perbaikan infrastruktur yang rusak akibat konflik tersebut.

Suara.com - Grafik harga minyak mentah dunia merosot tajam hingga menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir pada sesi perdagangan hari Senin (25/5/2026).

Amblesnya nilai komoditas energi ini dipicu oleh munculnya gelombang harapan baru di kalangan pelaku pasar global terkait rencana rekonsiliasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Melansir laporan dari Reuters, koreksi dalam melanda dua tolok ukur utama harga minyak internasional:

  • Minyak Mentah Brent: Kontrak berjangka Brent melorot sebesar USD 4,71 atau ambles sekitar 4,55%, sehingga menempati posisi USD 98,83 per barel.
  • Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI): Produk minyak standar AS ini ikut terjun bebas sebesar USD 4,57 atau susut 4,73% ke level USD 92,03 per barel.

Penurunan drastis ini mengunci posisi kedua acuan minyak dunia tersebut ke titik paling rendah sejak pergerakan pasar pada 7 Mei lalu.

Draf Kesepakatan Selat Hormuz Mulai Rampung

Sentimen positif di pasar komoditas mencuat ke permukaan setelah Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan resmi.

Trump memaparkan bahwa pihak otoritas Washington dan Teheran telah berhasil menyusun serta menyepakati sebagian besar poin krusial dalam draf nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perdamaian.

Rencana kesepakatan bilateral ini diproyeksikan bakal membuka kembali blokade di Selat Hormuz.

Jalur perairan strategis tersebut merupakan urat nadi logistik energi vital yang sebelum konflik meletus menyumbang seperlima dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) di seluruh dunia.

baca juga

Meski demikian, Trump memberikan catatan bahwa proses diplomasi tingkat tinggi ini tidak akan dieksekusi secara terburu-buru.

Hal itu disebabkan karena tim delegasi kedua negara masih harus merampungkan beberapa isu sensitif yang hingga kini belum menemui titik temu.

Merespons dinamika geopolitik ini, Saul Kavonic selaku analis industri dari lembaga riset MST Marquee menilai bahwa progres ini menjadi katalis positif yang sangat dinantikan oleh bursa komoditas.

"Terlepas dari berbagai risiko dan catatan yang membayangi kesepakatan damai serta situasi riil di Selat Hormuz, saat ini mulai terlihat titik terang di ujung terowongan. Perkembangan ini setidaknya memberikan kelegaan jangka pendek bagi volatilitas pergerakan harga minyak dunia," papar Saul Kavonic.

Meskipun pelaku pasar menyambut kabar ini dengan penuh optimisme, para pengamat industri energi mengingatkan agar semua pihak tidak berekspektasi bahwa pemulihan total akan terjadi dalam semalam.

Arus lalu lintas kapal tanker minyak mentah yang melintasi Selat Hormuz diperkirakan tetap membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk bisa kembali ke kapasitas volume normal.

Hal ini dikarenakan otoritas setempat harus memprioritaskan proyek rehabilitasi dan perbaikan pada berbagai fasilitas kilang minyak serta infrastruktur gas yang mengalami kerusakan fisik selama periode konflik berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran

Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 08:16 WIB

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

AS Roma Finis di Peringkat Ketiga usai Sikat Hellas Verona, Kunci Tiket Liga Champions

AS Roma Finis di Peringkat Ketiga usai Sikat Hellas Verona, Kunci Tiket Liga Champions

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 06:47 WIB

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:57 WIB

Timnas Iran Pindah Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko demi Hindari Masalah Visa AS

Timnas Iran Pindah Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko demi Hindari Masalah Visa AS

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:57 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Melandai

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Melandai

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:56 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×