Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

DPR Minta Pemerintah Sadari Hal Ini Sebelum Pupuk Bersubsidi Langka Lagi

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 25 Januari 2021 | 14:16 WIB
DPR Minta Pemerintah Sadari Hal Ini Sebelum Pupuk Bersubsidi Langka Lagi
Ilustrasi pupuk bersubsidi.

Suara.com - Pupuk bersubsidi memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan petani. Hal tersebut dikatakan oleh Anggota DPR RI Komisi IV, Sulaeman Hamzah saat Rapat Dengar Pendapat bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Politisi dari Partai Nasional Demokrat ini melihat, dengan pentingnya peran pupuk bersubsidi bagi petani, masalah yang timbul kemudian adalah terkait dengan distribusi pupuk itu sendiri.

"Ada sejumlah masalah seperti tepat sasaran atau tidaknya penerima pupuk bersubsidi," kata Sulaeman Hamzah, Senin (25/1/2021).

Selain masalah distribusi, menurutnya, masalah yang juga patut menjadi perhatian bersama adalah terkait kecukupan atau kebutuhan pupuk bersubsidi.

"Berdasarkan data e-rdkk tahun 2021, kebutuhuan pupuk bersubsidi mencapai 23,3 juta ton, atau senilai Rp 67,12 triliun. Sementara untuk kemampuan APBN 2021 tidak bisa memberikan sesuai dengan kebutuhan subsidi pupuk," kata Sulaeman.

Pemerintah kata Sulaeman hanya bisa memberikan subsidi sebesar Rp 25,276 triliun, sehingga ada kekurangan senilai Rp 41,905 triliun.

Dengan adanya kekurangan kebutuhan subsidi itu, bukan tidak mungkin di 2021 akan terjadi lagi isu kelangkaan pupuk bersubsidi.

"Bisa kita perkirakan pada tahun 2021 kemungkinan adanya kelangkaan pupuk subsidi 2021 masih akan cukup besar," ucapnya.

Berdasarkan hal tersebut, DPR pun meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk segera mengatasi kekurangan kebutuhan subsidi itu sebelum petani menjerit tentang kelangkaan pupuk bersubsidi.

"Apa langkah yang akan ditempuh Kementan dalam mengatasi kekurangan ketersediaan pupuk bersubsidi tahun 2021?" tanya Sulaeman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan: Berkat Pupuk, Nilai Tambah Produksi Pertanian RI Capai 250 Persen

Mentan: Berkat Pupuk, Nilai Tambah Produksi Pertanian RI Capai 250 Persen

Bisnis | Senin, 25 Januari 2021 | 13:52 WIB

Pupuk Indonesia Perkuat Stok Pupuk di Gudang-gudang Lini 3

Pupuk Indonesia Perkuat Stok Pupuk di Gudang-gudang Lini 3

Bisnis | Senin, 25 Januari 2021 | 07:34 WIB

Jokowi Salahkan Aturan Ribet Penyebab Defisit, Said Didu Mikir Keras

Jokowi Salahkan Aturan Ribet Penyebab Defisit, Said Didu Mikir Keras

Hits | Jum'at, 22 Januari 2021 | 14:37 WIB

Terkini

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB