Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Neraca Dagang RI Surplus Tapi Mendag Tak Happy, Ini Alasannya

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 26 Januari 2021 | 14:50 WIB
Neraca Dagang RI Surplus Tapi Mendag Tak Happy, Ini Alasannya
Muhammad Lutfi [Antara]

Suara.com - Neraca dagang Indonesia sepanjang tahun 2020 mengalami surplus sebesar 21,74 miliar dolar AS, di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Meski catatkan surplus, tapi Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi justru bilang angka ini mengkhawatirkan karena surplus ini terjadi ketika kegiatan impor turun 17,3 persen.

"Kalau saya lihat ini (surplus neraca dagang) agak mengkhawatirkan," ucap Lutfi dalam acara webinar, Selasa (26/1/2021).

Lutfi pun mengaku tak begitu senang dengan raihan surplus ini, menurut dia ada efek samping pelemahan yang luar biasa yang diakibatkan pandemi Covid-19.

"Ekspor turun sedikit 2,6 persen, tapi impor ini jauh lebih turun tajam 17,3 persen, ini menunjukkan adanya pelemahan," ungkapnya.

Pelemahan ini kata dia terjadi pada sisi impor, dimana kata dia adanya penurunan permintaan dari dalam negeri untuk sejumlah produk bahan baku dan bahan baku penolong impor.

"Artinya kalau kita turun 17,3 persen impor nya, saya takut akan terjadi pelemahan-pelemahan terhadap sektor produksi yang dikonsumsi di dalam negeri," katanya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca dagang Indonesia mengalami surplus sebesar 21,74 miliar dolar AS sepanjangan tahun 2020.

Surplus terjadi karena nilai ekspor mencapai 163,31 miliar dolar AS atau turun 2,61 persen dari 67,68 miliar dolar AS pada 2019.

baca juga

Sementara impor mencapai 141,57 miliar dolar AS atau turun 17,34 persen dari 171,28 miliar dolar AS pada periode yang sama.

"2020 ini luar biasa dengan adanya pandemi sehingga permintaan turun, tapi dengan penurunan 2,61 persen, sebenarnya kondisi kita tidak buruk," kata Kecuk dalam konfrensi pers secara virtual, Jumat (15/1/2021).

Dari data yang disampaikan terlihat bahwa ekspor secara tahunan untuk migas turun 29,52 persen, pertanian naik 13,98 persen, industri pengolahan naik 2,95 persen, dan pertambangan turun 20,7 persen.

Sedangkan impor tahunan berasal dari barang konsumsi yang turun 10,93 persen, bahan baku penolong minus 18,32 persen, dan barang modal melorot 16,73 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspor Kepri Meningkat di Angka 1.164,32 Juta Dolar Pada Akhir Tahun 2020

Ekspor Kepri Meningkat di Angka 1.164,32 Juta Dolar Pada Akhir Tahun 2020

Batam | Senin, 18 Januari 2021 | 10:30 WIB

Survei BPS 2020: Dibanding Lelaki, Perempuan Lebih Patuh Protokol Kesehatan

Survei BPS 2020: Dibanding Lelaki, Perempuan Lebih Patuh Protokol Kesehatan

Health | Jum'at, 15 Januari 2021 | 19:40 WIB

Indonesia Kembali Digugat Uni Eropa Terkait Larangan Ekspor Bijih Nikel

Indonesia Kembali Digugat Uni Eropa Terkait Larangan Ekspor Bijih Nikel

Bisnis | Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:41 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB