Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Neraca Dagang RI Surplus, Mendag : Surplusnya Tidak Sehat

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 27 Januari 2021 | 14:13 WIB
Neraca Dagang RI Surplus, Mendag : Surplusnya Tidak Sehat
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi [Antara]

Suara.com - Neraca Perdagangan Indonesia tercatat surplus pada tahun 2020. Data BPS, sepanjang 2020 neraca perdagangan Indonesia surplus 21,74 miliar dollar AS.

Namun, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi merasa hatinya tak tenang atau risau dengan hasil surplus tersebut.

Pasalnya, Lutfi menilai surplus yang diraih Indonesia adalah surplus yang tak sehat. Ia menjelaskan, meski surplus perekonomian Indonesia masih tahap pemulihan.

"Jadi waktu saya lihat dari pada neraca perdagangan itu, kayak dokter itu saya langsung lihat ini surplusnya ini bukan surplus sehat. Bahkan surplusnya ini buat saya mengganggu, dan ini analisa saya kalau waktu zaman dulu itu adalah darah tinggi ya karena overheating ekonominya," ujar Lutfi dalam Webinar MGN Summit 2021 Economic Recovery secara virtual, Rabu (27/1/2021).

Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika ini memaparkan, 72 persen impor Indonesia merupakan bahan baku. Dan bahan baku tersebut, hanya 3 persen yang diprioritaskan untuk ekspor.

Sisanya, lanjut Lutfi, digunakan untuk konsumsi dalam negeri. Menurutnya, kondisi seperti ini tidak baik untuk sektor perdagangan.

"Kalau ini didiamkan ini bisa menjadi kacau. Nah tapi saya berbalik ini sebenarnya ingin mengerjakannya itu dibalik," ucap Lutfi.

Maka dari itu, Ia menginginkan industri yang mendorong konsumsi dan prioritas ekspor diprioritaskan.

Salah satunya, yaitu industri otomotif yang bisa mendorong konsumsi sekaligus ekspor.

"Saya bilang industri otomotif dan sepeda motor itu buat saya penting. Dan untuk orang membeli lagi itu sangat penting, karena ketika pertumbuhan kredit itu minus itu artinya orang tidak mengambil uang dan orang menaruh uangnya di bank, kenapa? karena tidak ada kegiatan ekonomi, tidak ada perdagangan dan ini sebenarnya bukan sesuatu yang baik dalam perekonomian kita," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Turun 17 Persen, Mendag : Saya Takut

Impor Turun 17 Persen, Mendag : Saya Takut

Bisnis | Selasa, 26 Januari 2021 | 15:09 WIB

Neraca Dagang RI Surplus Tapi Mendag Tak Happy, Ini Alasannya

Neraca Dagang RI Surplus Tapi Mendag Tak Happy, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 26 Januari 2021 | 14:50 WIB

Ekspor Kepri Meningkat di Angka 1.164,32 Juta Dolar Pada Akhir Tahun 2020

Ekspor Kepri Meningkat di Angka 1.164,32 Juta Dolar Pada Akhir Tahun 2020

Batam | Senin, 18 Januari 2021 | 10:30 WIB

Terkini

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB