Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Mengenal Apa Itu Reksadana, Pengertian dan Serba-Serbinya

Rifan Aditya

Jum'at, 29 Januari 2021 | 15:03 WIB
Mengenal Apa Itu Reksadana, Pengertian dan Serba-Serbinya
ilustrasi reksadana, mutual fund, apa itu reksadana

Suara.com - Memiliki investasi dalam berbagai bentuk jadi isu yang cukup hangat di masyarakat Indonesia saat ini. Meski mungkin cara berinvestasi sendiri cukup banyak, namun salah satu yang cukup populer adalah reksadana. Apa itu reksadana?

Lalu bagaimana cara kerja reksadana? Adakah kategori atau jenis dari reksadana tersebut yang bisa dipilih? Apakah seorang harus mahir dalam ‘bermain’ di segmen investasi ini?

Semua pertanyaan itu akan dijawab dalam penjelasan di bawah ini. Simak baik-baik.

Apa itu Reksadana?

Untuk menjawab pertanyaan pertama, mengenai apa itu reksadana, sebenarnya cukup mudah dipahami. Reksadana dapat diartikan sebagai wadah dan pola pengelolaan dana atau modal untuk sekumpulan investor yang ingin berinvestasi ke dalam instrumen investasi yang ada.

Caranya adalah dengan membeli unit penyertaan reksadana. Instrumen investasi ini jenisnya beragam, dan akan dibahas selanjutnya.

Reksadana juga merupakan alternatif investasi bagi pemodal, dalam hal ini masyarakat, yang memiliki modal kecil dan tidak memiliki banyak waktu untuk menghitung risiko dari investasi yang diberikan

Reksadana ditujukan sebagai media untuk menghimpun dana dari masyarakat secara langsung dalam jumlah yang tidak besar, sehingga resiko yang harus ditanggung juga dapat dikatakan cenderung minimal.

Bagaimana Cara Kerja Reksadana?

baca juga

Untuk cara kerja dari reksadana sendiri secara sederhana adalah masyarakat mengumpulkan modal pada Manajer Investasi. Kemudian dana tersebut diinvestasikan ke dalam beragam jenis instrumen investasi yang dipilih.

Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Manajer Investasi mengumpulkan dana dari masyarakat, yang dalam hal ini berperan sebagai nasabah.
  • Dana yang didapatkan kemudian diinvestasikan dalam instrumen investasi yang dipilih oleh masyarakat dan disepakati bersama.
  • Masyarakat sebagai nasabah akan menerima informasi dinamika dana yang sudah diberikan secara berkala.
  • Pada saatnya nanti, pembagian keuntungan dilakukan dengan memotong sejumlah biaya operasional oleh Manajer Investasi, sebagai ongkos atas jasa yang sudah diberikannya.

Cukup sederhana bukan?

Jenis Reksadana yang Bisa Dipilih

Setidaknya ada 4 jenis reksadana yang saat ini bisa dipilih oleh Anda sebagai calon investor.

  1. Reksadana pendapatan tetap, bentuk dari produknya adalah 80% obligasi atau sukuk berbasis utang. Hasil yang didapatkan cenderung stabil, meski jumlahnya tidak terlalu besar.
  2. Reksadana pasar uang, dana diinvestasikan dalam produk instrumen uang (Sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, atau obligasi yang jatuh tempo di bawah satu tahun).
  3. Reksadana saham, dana yang didapatkan oleh Manajer Investasi diinvestasikan dalam bentuk saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Fluktuasinya cenderung sangat besar, namun memiliki kesempatan dan resiko yang sama besarnya.
  4. Reksadana obligasi, dana yang didapatkan akan dibelanjakan dalam bentuk produk surat berharga atau surat utang, atau obligasi.

Apakah Perlu Mahir dalam Membaca Dinamika?

Secara umum, sebenarnya Anda yang ingin aktif di reksadana tidak terlalu memerlukan kemampuan analisa yang mahir. Hal ini disebabkan karena Anda sudah memiliki Manajer Investasi yang akan membantu Anda dalam memilih dan mengelola investasi yang Anda miliki.

Jadi sederhananya, Anda tinggal meletakkan uang, Manajer Investasi akan mengelola uang tersebut dalam bentuk yang diinginkan, dan hasil akan didapatkan dalam periode waktu tertentu.

Sebelum turut bergabung dalam investasi reksadana ini, Anda tetap diwajibkan untuk mencari informasi secara mendalam, mengingat tidak ada jaminan bahwa dana yang Anda investasikan akan kembali dalam bentuk keuntungan. Selalu pahami setiap ketentuannya, dan ambil pilihan terbaik dengan pertimbangan yang cermat.

Memahami apa itu reksadana penting untuk setiap masyarakat Indonesia, karena cara investasi ini cenderung lebih aman dengan tingkar resiko yang sedang.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengembalian Dana Jiwasraya Bisa Jadi Bumerang Buat Pasar Modal

Pengembalian Dana Jiwasraya Bisa Jadi Bumerang Buat Pasar Modal

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2020 | 18:09 WIB

Cara Investasi Reksadana via BCA dan Tokopedia

Cara Investasi Reksadana via BCA dan Tokopedia

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2020 | 12:57 WIB

Mengenal Investasi Reksadana, Keuntungan dan Cara Kerjanya

Mengenal Investasi Reksadana, Keuntungan dan Cara Kerjanya

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2020 | 08:58 WIB

Terkini

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

×