Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Gubernur BI Pantau Suku Bunga Kredit Perbankan

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 02 Februari 2021 | 08:27 WIB
Gubernur BI Pantau Suku Bunga Kredit Perbankan
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat konferensi pers melalui streaming di Jakarta, Selasa (31/3 - 3030). (Dok. Bank Indonesia)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akan memantau suku bunga perbankan, terutama suku bunga kredit.

Dalam memantau suku bunga kredit, Perry menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan meminta Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) para bank-bank.

"Kami dan Pak Wimboh koordinasi. Selama ini bank-bank sudah siapkan laporan SBDK dan sudah publikasi ke OJK, dan BI dapat tembusannya. Nah yang kami lakukan adalah bagaimana transparansi itu assesment SBDK itu sebagaimana tempo hari saya jelaskan," ujar Perry dalam konferensi pers KSSK yang ditulis, Selasa (2/2/2021).

Perry meminta, perbankan juga harus transparan menyampaikan tingkat suku bunga kredit. Sebab, ia akan memantau dari segi kelompok bank dan kenaikan serta penurunan suku bunga kredit.

Menurut Perry, langkah ini agar para dunia usaha bisa membedakan suku bunga kredit mana yang terbaik, sehingga bisa kembali meminjam dana ke bank.

"Jadi assesment suku bunga kredit SBDK dan kelompok bank per jenis kreditnya, dan spread-nya dengan suku bunga acuan Bank Indonesia dan spread-nya dengan suku bunga deposito proxy cost of fund, trennya penurunan seperti apa, kelompok bank mana, jenis kredit apa," jelas dia.

Perry tetap meminta, agar perbankan bisa menurunkan kembali suku bunga kreditnya. Hal ini, agar para dunia usaha kembali meminjam dana ke bank untuk ekspansi usahanya. Dan imbasnya perekonomian akan tergerak dan makin pulih.

"Di samping juga kita dorong bank-bank untuk turunkan suku bunga kredit lebih lanjut, tapi memang sesuai kondisi bank," ucap dia.

Sebelumnya, Perry mengingatkan perbankan untuk bisa menurunkan suku bunga kreditnya.

Selain itu, suku bunga acuan atau 7-day Reverse Repo Rate BI juga masih rendah yang tetap berada di level 3,75 persen.

Perry melihat, saat ini sudah suku bunga kredit sudah turun dari 9,32 persen pada November 2020 menjadi 9,21 persen pada Desember 2020.

"Penurunan suku bunga kredit diprakirakan akan berlanjut dengan longgarnya likuiditas dan rendahnya suku bunga kebijakan Bank Indonesia," ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (21/1/2021).

Perry memaparkan, pada tahun 2020 BI telah menambah likuiditas di perbankan sekitar Rp 726,57 triliun.

Penambahan ini, terutama bersumber dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp 155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp 555,77 triliun.

Menurutnya, BI akan melanjutkan penambahan likuiditas pada tahun 2021 dengan melakukan ekspansi operasi moneter sekitar Rp 7,44 triliun hingga 19 Januari 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Urusan Bank Bisa Dilakukan di Toilet, Gubernur BI Minta Perbankan Berubah

Urusan Bank Bisa Dilakukan di Toilet, Gubernur BI Minta Perbankan Berubah

Bisnis | Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:23 WIB

Indonesia Bakal Jadi Buruan Investor Asing di 2021

Indonesia Bakal Jadi Buruan Investor Asing di 2021

Bisnis | Jum'at, 22 Januari 2021 | 11:08 WIB

Pesan Bos BI untuk Pebankan, Suku Bunga Kredit Masih Bisa Turun

Pesan Bos BI untuk Pebankan, Suku Bunga Kredit Masih Bisa Turun

Bisnis | Kamis, 21 Januari 2021 | 15:17 WIB

Terkini

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:15 WIB

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:37 WIB

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:16 WIB