Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kejar Target Herd Immunity di 2022, Luhut Minta Vaksinasi Dipercepat

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 03 Februari 2021 | 13:06 WIB
Kejar Target Herd Immunity di 2022, Luhut Minta Vaksinasi Dipercepat
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj/aa.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan proses vaksinasi yang saat ini sudah berjalan untuk cepat dilakukan, hal ini bertujuan agar Indonesia semakin cepat untuk mencapai target herd immunity pada 2022 nanti.

"Kami harap kita bisa mulai memicu herd immunity dan kemudian targetnya di akhir Maret 2022 atau April 2022," kata Luhut dalam acara Mandiri Investment Forum 2021 yang dilakukan secara virtual, Rabu (3/2/2021).

Sementara untuk target jangka pendek kata dia, pemerintah bakal menyuntikkan setidaknya 60 sampai 70 juta penduduk Indonesia hingga 6 bulan pertama tahun ini.

Target ini pun terus dikejar, karena hingga saat ini pemerintah baru bisa menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada 1 juta orang dimana tenaga kesehatan hingga anggota TNI/Polri merupakan kelompok prioritas.

"Sekarang kita sudah hampir memberikan vaksin hampir satu juta, dan kita berusaha mempercepat bulan ini dan kemudian bulan depan," katanya.

Sebelumnya, PT Bio Farma kembali menerima bahan baku atau bulk vaksin Covid-19 produksi Sinovac, China. Pada tahap keempat ini, Bio Farma menerima 11 juta vaksin Sinovac dalam bentuk bulk.

Vaksin tersebut, terdiri dari 10 juta vaksin dalam bentuk bulk dan 1 juta vaksin sebagai overfill yang mana untuk antisipasi produksi di Bio Farma.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari PT Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, kedatangan vaksin bulk ini akan segera diproses oleh perseroan. Rencananya, pemrosesan vaksin itu dilakukan pada pertengahan Februari.

"Untuk kedatangan hari ini mulai diproses pada 13 Februari dan diharapkan 20 Maret 2021," kata Bambang dalam konferensi pers, Selasa (2/2/2021).

baca juga

Menurut Bambang, pengiriman vaksin ini dipercepat dari jadwal. Hal ini, karena proses vaksinasi yang diminta dipercepat oleh pemerintah.

"Bahan baku yang kita terima hari ini merupakan bagian bahan baku 140 juta dosis untuk 2021 yang pengiriman secara bertahap hingga Juli, yang sebelumnya direncanakan November tapi bisa maju Juli," ucap dia.

Sebanyak 11 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa siang. 11 juta vaksin Sinovac tersebut merupakan pengiriman vaksin tahap keempat.

Berdasarkan tayangan video YouTube Sekretariat Presiden, bahan vaksin tersebut diangkut menggunakan pesawat Singapore Airlines dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 10.20 WIB. Vaksin tersebut disimpan di dalam envirotainer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Ragu, Nakes Ini Akhirnya Mau Disuntik Vaksin Covid-19

Sempat Ragu, Nakes Ini Akhirnya Mau Disuntik Vaksin Covid-19

Jabar | Rabu, 03 Februari 2021 | 12:08 WIB

DKI Akan Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal untuk Nakes, Ini Syaratnya

DKI Akan Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal untuk Nakes, Ini Syaratnya

Video | Rabu, 03 Februari 2021 | 11:28 WIB

Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19 Menggunakan Perahu Penumpang

Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19 Menggunakan Perahu Penumpang

Video | Rabu, 03 Februari 2021 | 11:00 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×