Bos Garuda Indonesia Klaim Selalu Rugi Gunakan Pesawat Bombardier

Rabu, 10 Februari 2021 | 14:55 WIB
Bos Garuda Indonesia Klaim Selalu Rugi Gunakan Pesawat Bombardier
Kolase Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra (Suara.com)

Suara.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menyebut pengoperasian pesawat Bombardier CRJ1000 bukannya memberikan keuntungan justru membuat rugi maskapai.

Menurutnya, alasan tersebut membuat maskapai mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ1000 ke perusahaan leasing.

Irfan mengungkapkan, selama 8 tahun operasional Garuda meraup kerugian rata-rata 30 juta dolar AS per tahun akibat penggunaan pesawat tersebut. Padahal, sewa pesawat sendiri hanya sekitar 27 juta dolar AS.

"Setelah digunakan oleh Garuda beberapa tahun tampaknya tidak sesuai dengan space kebutuhan yang ada di pasar Indonesia. Kami dari tahun ke tahun mengalami kerugian dengan menggunakan pesawat ini," ujar Irfan dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (10/2/2021).

Kendati demikian, Irfan menuturkan, pemutusan kontrak sepihak ini dilakukan maskapai sejak 1 Februari kemarin kepada pihak leasing Nordic Aviation Capital (NAC).

Saat ini, lanjutnya, 12 pesawat tersebut masih terpakir di Bandara Soekarno-Hatta dan tak dioperasionalkan untuk penerbangan komersil.

"Kami sampaikan selama 8 tahun operasi ini kinerja operasional penggunaan pesawat ini walaupun utiliasi sudah di atas penggunaan industri tapi tetap saja tidak hasilkan keuntungan atau ciptakan rugi yang cukup besar buat Garuda. Ke depan kami proyeksi kerugian akan muncul dengan menggunakan pesawat ini," ucap dia.

Menteri BUMN Erick Thohir memutuskan untuk mengakhiri kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ1000 yang dilakukan oleh Garuda Indonesia terhadap dua perusahaan leasing. Langkah ini, merupakan salah satu upaya maskapai lakukan efisiensi.

Erick menyebut, Garuda Indonesia merupakan maskapai yang mana biaya leasingnya paling tinggi di dunia yakni sebesar 27 persen.

Baca Juga: Erick Thohir Putus Kontrak Garuda Indonesia dengan Bombardier

Terdapat dua leasing yang berkontrak dengan Garuda Indonesia terkait pembelian pesawat tersebut, pertama Nordic Aviation Capital (NAC) dengan 12 pesawat dan Eksport Develpoment Canada (EDC) dengan 6 pesawat.

"Karena itu saya dengan tegas dan manajemen sangat mendukung kita memutuskan untuk mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ1000 untuk mengakhiri kontrak kepada NAC yang memang jatuh temponya tahun 2027," kata Erick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI