Kehadiran Food Estate di NTT Mampu Perbaiki Ekonomi Masyarakat

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 12 Februari 2021 | 12:16 WIB
Kehadiran Food Estate di NTT Mampu Perbaiki Ekonomi Masyarakat
Ilustrasi persawahan warga. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kehadiran Program Food Estate merupakan prioritas kerja utama, karena memiliki dampak besar terhadap perbaikan ekonomi di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini dikatakan Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu, saat menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dalam mengembangkan food estate di NTT.

"Sejak Pak Mentan meresmikan food estate di Sumba Tengah, kami sangat apresiasi, karena kebijakan ini sangat mulia dan sangat berharga bagi masyarakat. Sebelumnya, kami adalah kabupaten termiskin di Indonesia, yakni 36 persen," kata Paulus saat ditemui di tengah petani, NTT, Kamis (11/2/2021).

Paulus mengatakan, saat ini food estate di Sumba Tengah terbagi menjadi 5 zona. Zona 1 ada di Desa Umbu Pabal, zona 2 di Desa Umbu Pabal Selatan, zona 3 di Desa Elu, zona 4 di Desa Makatakeri dan zona 5 di Desa Tanamodu, Kecamatan Katikutana Selatan.

"Food Estate di Sumba Tengah seluas 5000 hektare. Sawahnya 3000 hektare dan ladangnya 2000 hektare. Semuanya berjalan dengan baik," katanya.

Menurut Paulus, Para petani dan masyarakat Sumba Tengah menyambut antusias kehadiran program food estate di 5 zona tersebut. Apalagi program ini diyakini mampu menaikan taraf hidup mereka, dengan mendulang hasil penen yang jauh lebih besar.

"Kalau ini bukan food estate, selesai tanamnya akhir Maret. Sedangkan kita tahu, Maret itu hujannya besar dan biasanya kami gagal panen. Tapi sejak ada food estate, kami jadi lebih cepat untuk bertanam dan produksinya bagus. Artinya, yang tidak terolah menjadi terolah. Kenapa? Karena mekanisasi masuk dan bantuan lainnya juga masuk," terang Paulus.

Dominggus, salah satu petani di Desa Makatakeri menyambut antusias jalanya program jangka panjang pemerintah. Food estate yang kini memasuki masa tumbuh sumbur.

"Terimakasih kepada Bapak Jokowi dan Bapak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) karena saya dibantu pupuk dan alsintan (alat mesin pertanian), sehingga bertanam dan panen jadi lebih cepat dan menghemat biaya," katanya.

Menurut Dominggus, penghematan biaya bisa dihitung dari proses tanam yang biasanya memakan waktu 2 hari menjadi 2 jam. Kalau dulu, Dominggus tak pernah menggunakan pupuk, karena terkendala biaya dan ongkos pengambilan yang sangat mahal.

baca juga

"Biasanya dulu tanam memakan waktu 2 hari. Saya tak bisa apa-apa karena uang terbatas. Sekarang sudah dibantu pemerintah hanya 2 jam. Belum lagi kami diberi bantuan pupuk. Saya berharap tahun depan food estate tetap berlanjut," kata Dominggus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani dalam Program Food Estate akan Terima Asuransi Usaha Tani Padi

Petani dalam Program Food Estate akan Terima Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Jum'at, 12 Februari 2021 | 11:53 WIB

Petani NTT Senang, Food Estate di Sumba Tengah Berdampak pada Kesejahteraan

Petani NTT Senang, Food Estate di Sumba Tengah Berdampak pada Kesejahteraan

Bisnis | Jum'at, 12 Februari 2021 | 08:11 WIB

Food Estate Dinilai akan Mampu Beri Dampak Baik bagi Ketahanan Pangan

Food Estate Dinilai akan Mampu Beri Dampak Baik bagi Ketahanan Pangan

Bisnis | Kamis, 11 Februari 2021 | 07:54 WIB

Ratusan Ha Sawah di Tulungagung Teredam Banjir, Lahan sudah Diasuransikan

Ratusan Ha Sawah di Tulungagung Teredam Banjir, Lahan sudah Diasuransikan

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2021 | 19:07 WIB

Ke Kalsel, Mentan Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Banjir

Ke Kalsel, Mentan Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Banjir

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2021 | 18:57 WIB

Mentan Saksikan Panen Padi di Food Estate Kalimantan Tengah

Mentan Saksikan Panen Padi di Food Estate Kalimantan Tengah

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2021 | 18:31 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×