Petani NTT Senang, Food Estate di Sumba Tengah Berdampak pada Kesejahteraan

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 12 Februari 2021 | 08:11 WIB
Petani NTT Senang, Food Estate di Sumba Tengah Berdampak pada Kesejahteraan
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Suara.com - Food estate yang dibangun pemerintah di Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) disambut antusias oleh warga. Menurut mereka, Program Food Estate sangat berdampak terhadap roda ekonomi keluarga dan kesejahteraan mereka, karena biaya produksi bertani jauh lebih murah.

"Terimakasih kepada Bapak Jokowi dan Bapak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) karena saya dibantu pupuk dan alsintan (alat mesin pertanian), sehingga bertanam dan panen jadi lebih cepat dan menghemat biaya," ujar salah satu warga, Dominggus, NTT, Kamis (11/2/2021).

Menurut Dominggus, penghematan biaya bisa dihitung dari proses tanam yang biasanya memakan waktu 2 hari, kini cukup menjadi 2 jam. Kalau dulu, Dominggus tak pernah menggunakan pupuk, karena terkendala biaya dan ongkos pengambilan yang sangat mahal.

"Biasanya dulu tanam memakan waktu 2 hari. Saya tak bisa apa-apa, karena uang terbatas. Sekarang sudah dibantu pemerintah hanya 2 jam. Belum lagi kami diberi bantuan pupuk. Saya berharap, tahun depan food estate tetap berlanjut," katanya.

Petani lainya, Joni Gombukada mengaku senang, karena saat ini ia bisa menggantungkan kebutuhan pokok sehari-hari hanya dengan bertani. Selain untung, jadi petani juga dinilai mampu menaikan kesejahteraan keluarga.

"Kalau dulu bertani kurang jadi, kalau sekarang lebih jadi lagi. Kalau dulu tidak pakai pupuk, sekarang sudah ada pupuk dan traktor bantuan dari pak menteri. Kalau dulu sering padinya gagal panen, apalagi traktor sewa sekitar 700 ribu. Sekarang sudah dibantu traktor pemerintah. Saya berharap tahun depan pemerintah tetap melanjutkan food estate," katanya.

Senada dengan Dominggus dan Joni, petani bernama Michel berharap, agar pemerintah mengembangkan food estate di NTT menjadi lebih luas dan masif. Apalagi, kata Michel, Kabupaten Sumba Tengah adalah lokasi subur, dimana sektor pertaniannya masih memiliki potensi yang sangat besar.

"Di sini rata-rata petani sekarang bisa menanam lebih cepat dan lebih efisien. Artinya, kesejahteraan mereka juga mulai naik. Apalagi biasanya saya menghabiskan 6 juta dari olah tanam sampai panen. Kalau sekarang kami dapat bantuan pupuk gratis. Jadi kami rasakan betul bantuan pemerintah. Secara pribadi saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada Kementan. Kami sangat bersyukur atas karunia Tuhan karena melalui Kementan kami terbantu," katanya.

Michel yang juga seorang tenaga harian lepas, berkisah dulu mereka harus antre menggunakan traktor, maklumlah di Kabupaten Sumba Tengah hanya ada 10 unit, traktor yang digunakan sesuai antrean. Namun setelah Program Food Estate muncul, petani bisa lebih cepat bertanam.

baca juga

“Dulu kami karena antre terlalu panjang, kadang gagal bertanam karena terlanjur masuk musim kemarau dan air kering. Kini bulan januari kami sudah selesai olah tanah dan tanam,” kata Michel.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa keberhasilan program food estate tak lepas dari arahan Presiden Jokowi yang menginginkan pemerataan pangan di seluruh Indonesia.

Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

"Kita harus mempersiapkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya membangun food estate pada lokasi yang terkonsentrasi, sebagai upaya yang bisa dilakukan untuk pengadaan padi, jagung dan ternak. Lahan di sini 5000 hektare dan akan ditambah menjadi 10 ribu. Semoga kita mampu menghadirkan ketahanan kita lebih kuat," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Food Estate Dinilai akan Mampu Beri Dampak Baik bagi Ketahanan Pangan

Food Estate Dinilai akan Mampu Beri Dampak Baik bagi Ketahanan Pangan

Bisnis | Kamis, 11 Februari 2021 | 07:54 WIB

Ratusan Ha Sawah di Tulungagung Teredam Banjir, Lahan sudah Diasuransikan

Ratusan Ha Sawah di Tulungagung Teredam Banjir, Lahan sudah Diasuransikan

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2021 | 19:07 WIB

Ke Kalsel, Mentan Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Banjir

Ke Kalsel, Mentan Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Banjir

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2021 | 18:57 WIB

Mentan Saksikan Panen Padi di Food Estate Kalimantan Tengah

Mentan Saksikan Panen Padi di Food Estate Kalimantan Tengah

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2021 | 18:31 WIB

Food Estate Kalteng Panen Pekan Depan, Mentan Optimistis Berjalan Lancar

Food Estate Kalteng Panen Pekan Depan, Mentan Optimistis Berjalan Lancar

Bisnis | Selasa, 09 Februari 2021 | 11:33 WIB

Jenazah Pasien Covid-19 Hilang Misterius dari Makam

Jenazah Pasien Covid-19 Hilang Misterius dari Makam

Bekaci | Senin, 08 Februari 2021 | 17:55 WIB

Terkini

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Cara Memasak Nasi di Rice Cooker Tidak Kering atau Benyek, Segini Ukuran Airnya

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 06:55 WIB

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

×