Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Petani dalam Program Food Estate akan Terima Asuransi Usaha Tani Padi

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 12 Februari 2021 | 11:53 WIB
Petani dalam Program Food Estate akan Terima Asuransi Usaha Tani Padi
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Suara.com - Para petani yang tergabung dalam Program Food Estate diupayakan untuk mengikuti Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Hal ini dikemukakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat bersama Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran, ketika menyerahkan secara simbolis klaim AUTP masa tanam tahun 2020.

“Kami upayakan semua ikut asuransi program pemerintah, karena lahan, di mana saja juga bisa mengalami gagal panen,” ujarnya, Kalteng, Rabu (10/2/2021).

Klaim asuransi tersebut diserahkan untuk 4 Kelompok Tani (Poktan) di Desa Tahai Jaya, Kabupaten Pulang Pisau sebesar Rp 361.416.000, dengan luasan kerusakan 88,8 hektare.

Kementerian Pertanian (Kementan) mengandalkan Program Food Estate untuk peningkatan produksi. Mentan menambahkan, saat ini pemerintah sedang membangun pertanian integrasi food estate di sejumlah daerah.

Food estate sendiri merupakan program dari beberapa macam komoditi, termasuk kebutuhan beras sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Food estate juga membangun komoditi berbagai perkebunan, hortikulturan, tanaman pangan, dan peternakan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menjelaskan, Program AUTP yang dilaksanakan Kementan saat ini adalah dalam upaya menjalankan amanat UU No 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Dalam Pasal 37 diamanahkan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melindungi usaha petani dalam bentuk asuransi pertanian,” tambahnya.

Dalam AUTP, petani padi hanya dengan membayar premi sebesar Rp 36 ribu per hektare per musim. Jika terdapat musibah seperti banjir di musim hujan atau kekeringan di musim kemarau, atau terkena hama penyakit, petani akan dapat penggantian sebesar Rp 6 juta per hektare.

“Ketika petani mengalami musibah dia bisa bangkit kembali dengan uang Rp 6 juta sebagai modal awal untuk budidaya padi kembali,” tambah Sarwo.

Ia menambahkan, AUTP mampu memberikan manfaat perlindungan atas kerugian petani dari kegagalan panen, baik yang disebabkan oleh bencana alam maupun serangan hama, termasuk bencana banjir bandang hingga gempa bumi.

Sementara hama yang dimaksud mencakup wereng cokelat, walang sangit, tikus, penggerek batang, dan ulat grayak. Asuransi  juga memberi jaminan kerugian atas gagal panen akibat penyakit tanaman, seperti penyakit blas, kerdil rumput, kerdil hampa, tungo, dan busuk batang.

"Untuk mendaftarkan diri, petani juga akan mendapat pendampingan khusus dari petugas UPTD Kecamatan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)," ujar Sarwo.

Sementara itu, Sugianto mengatakan, para petani yang ikut asuransi akan diuntungkan. Ia menceritakan gerak cepat pihaknya dalam menanggapi laporan terkait masalah produksi padi lumbung pangan nasional food estate.

“Akhir-akhir ini, cukup banyak info beredar di media cetak maupun sosial yang menyebutkan kurang berhasilnya program ini, sehingga saya bersama Forkopimda Kalteng dan SKPD terkait melakukan penijauan,” ujarnya.

Sugianto mengatakan, bersama rombongan pihaknya turun langsung ke Kabupaten Pulang Pisau, dilanjutkan ke Kabupaten kapuas di kawasan Bataguh dan Dadahup, yang dilanjutkan pengecekan cadangan pangan strategis di Kabupaten Gunung Mas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani NTT Senang, Food Estate di Sumba Tengah Berdampak pada Kesejahteraan

Petani NTT Senang, Food Estate di Sumba Tengah Berdampak pada Kesejahteraan

Bisnis | Jum'at, 12 Februari 2021 | 08:11 WIB

Food Estate Dinilai akan Mampu Beri Dampak Baik bagi Ketahanan Pangan

Food Estate Dinilai akan Mampu Beri Dampak Baik bagi Ketahanan Pangan

Bisnis | Kamis, 11 Februari 2021 | 07:54 WIB

Ratusan Ha Sawah di Tulungagung Teredam Banjir, Lahan sudah Diasuransikan

Ratusan Ha Sawah di Tulungagung Teredam Banjir, Lahan sudah Diasuransikan

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2021 | 19:07 WIB

Ke Kalsel, Mentan Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Banjir

Ke Kalsel, Mentan Salurkan Bantuan Presiden untuk Korban Banjir

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2021 | 18:57 WIB

Mentan Saksikan Panen Padi di Food Estate Kalimantan Tengah

Mentan Saksikan Panen Padi di Food Estate Kalimantan Tengah

Bisnis | Rabu, 10 Februari 2021 | 18:31 WIB

Food Estate Kalteng Panen Pekan Depan, Mentan Optimistis Berjalan Lancar

Food Estate Kalteng Panen Pekan Depan, Mentan Optimistis Berjalan Lancar

Bisnis | Selasa, 09 Februari 2021 | 11:33 WIB

Terkini

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 20:31 WIB

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:42 WIB

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:06 WIB

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 15:33 WIB

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 14:14 WIB

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 08:49 WIB

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB