Vaksin Gotong Royong untuk Pengusaha Agar Disalurkan Gratis ke Karyawan

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 23 Februari 2021 | 14:32 WIB
Vaksin Gotong Royong untuk Pengusaha Agar Disalurkan Gratis ke Karyawan
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Suara.com/Achamad Fauzi)

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut banyak yang salah mengartikan vaksin gotong royong. Padahal, vaksin gotong royong untuk mempersilahkan swasta berperan dalam program vaksinasi.

Ia menjelaskan, vaksin gotong royong bukan disediakan swasta yang nantinya akan dijual ke masyarakat.

Akan tetapi, vaksin yang disediakan pengusaha swasta dan diberikan kepada karyawannya secara gratis.

"vaksin gotong royong tuh jangan disalahartikan gotong royong, tetapi kita memberi kesempatan kepada pihak swasta yang ingin mengadakan dan membagikan secara gratis kepada tentu para pekerjanya yang selama ini sudah bekerja," ujar Erick dalam sebuah webinar, Selasa (23/2/2021).

Dalam hal ini, Erick menargetkan kepada swasta untuk bisa menyediakan 20 juta vaksin gotong royong pada tahun ini.

Tentu, lanjutnya, vaksin yang disediakan juga berbeda dengan vaksin pengadaan pemerintah. Dalam paparannya, vaksin gotong royong yang digunakan berasal dari Moderna dan Sinopharm.

"Vaksin gotong royong kita sedang mengupayakan mudah-mudahan bisa berhasil yaitu di 20 juta," ucap Mantan Bos Klub Inter Milan ini.

Sebelumnya, inisiator Lapor Covid-19, Irma Hidayana tidak habis pikir dengan dalih gotong royong yang digunakan untuk melegalkan vaksin berbayar. Menurutnya itu hanya upaya mencuri jatah vaksin yang diprioritaskan untuk orang tertentu.

"Perusahaan swasta vaksin gotong royong itu membajak istilah suci gotong royong. Makna gotong royong sesungguhnya nggak kayak gitu, yang mereka lakukan itu adalah nyolong jatah masyarakat, dan gotong royong itu nggak ada nyolong," ujar Irma menggebu-gebu saat dihubungi Suara.com, Rabu (3/2/2021).

baca juga

Vaksin berbayar yang diartikan membuat 'orang berduit' diberikan keuntungan lebih dulu untuk mengakses vaksin, sangatlah sarat kepentingan yakni pihak-pihak yang mencari keuntungan di tengah pandemi Covid-19.

"Gotong royong itu adalah bahu membahu tidak ada komplit kepentingan, bahu membahu melakukan sesuatu bersama-sama, untuk kebaikan bersama-sama," ujar Irma.

"Kalau ini, misalnya dia punya uang saya beli vaksin untuk divaksinasi saya sendiri dan orang-orang saya. Coba itu gotong royong atau bukan, itu membajak," sambungnya menggebu-gebu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Vaksin Covid-19 pada Wanita Mirip Gejala Kanker Payudara, Bahayakah?

Efek Vaksin Covid-19 pada Wanita Mirip Gejala Kanker Payudara, Bahayakah?

Health | Minggu, 21 Februari 2021 | 14:14 WIB

Pfizer & Moderna Tak Signifikan Cegah Varian Virus Corona Afrika Selatan

Pfizer & Moderna Tak Signifikan Cegah Varian Virus Corona Afrika Selatan

Health | Jum'at, 19 Februari 2021 | 14:18 WIB

Sumbang Dividen Besar, DPR Heran Mendengar Pegadaian Akan Dicaplok

Sumbang Dividen Besar, DPR Heran Mendengar Pegadaian Akan Dicaplok

Bisnis | Selasa, 16 Februari 2021 | 07:44 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×