alexametrics

Kemnaker : Persaingan Kerja Tinggi, Pekerja harus Mampu Kuasai Teknologi

Fabiola Febrinastri
Kemnaker : Persaingan Kerja Tinggi, Pekerja harus Mampu Kuasai Teknologi
Staf Khusus Menaker, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa. (Dok : Kemnaker)

Manusia akan bersaing tidak hanya dengan sesama manusia.

Suara.com - Para pekerja harus mampu menguasai teknologi sebagai sarana dasar dalam melakukan pekerjaan. Apalagi tingkat persaingan di dunia ketenagakerjaan semakin tinggi.

Untuk memenuhi penguasaan teknologi, Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda bersama Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Kerja Industri Daerah (FKLPID) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para pelaku industri di Gedung Aula BLK Samarinda, Kamis (25/2/2021) pagi.

Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan kemitraan BLK dengan dunia usaha/industri dalam mengembangkan pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja.

“Tingkat persaingan manusia semakin tinggi, karena tuntutannya harus mampu menguasai teknologi sebagai sarana dasar dalam melakukan kerja," kata  Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Caswiyono Rusydie Cakrawangsa.

Baca Juga: Atasi Dampak Pandemi Covid-19, Kemnaker Galang Dukungan ASEAN OSHNET

Ia menambahkan, saat ini, angkatan kerja tengah menghadapi tiga tantangan ketenagakerjaan yakni bonus demografi, revolusi industri, dan dampak pandemi Covid-19. Pada 3 tantangan tersebut, manusia akan bersaing tidak hanya dengan sesama manusia, melainkan juga harus bersaing dengan teknologi.

Untuk itu, lembaga pelatihan vokasi harus bersinergi dengan dunia usaha/industri, untuk mewujudkan pelatihan yang berkualitas dan sesuai dengan perkembangan dunia usaha/industri.

"Saya juga berharap, melalui rapat koordinasi ini, nantinya terjadi sinergitas antara BLK Samarinda dan dunia industri. Bagi BLK Samarinda sendiri, perlu melakukan penyesuaian kurikulum berdasarkan kebutuhan industri, sehingga lulusannya benar-benar siap kerja dan mampu menghadapi tiga tantangan dunia kerja saat ini," jelasnya.

Rakor forum komunikasi ini bertema "Membangun Kemitraan dengan Industri Dalam Pengembangan Pelatihan dan Penempatan Kerja".

Kepala BLK Samarinda, Andri Susila, mengatakan, tujuan diselenggarakan kegiatan Rakor ini untuk meningkatkan kerja sama dan kemitraan antara lembaga pelatihan dengan dunia usaha dan dunia industri, meningkatkan sinegritas, kolaborasi antara industri dengan BLK Samarinda, dan memilih ketua baru FKLPI periode 2021-2024.

Baca Juga: Tekan Angka Pengangguran, Kemnaker Tingkatkan Program Padat Karya

“Hal ini memungkinkan kebutuhan industri akan tenaga kerja kompeten melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Samarinda dapat dicapai,” katanya.

Komentar