Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jokowi Ajak Masyarakat Benci Produk Asing, Ini Kata Mendag

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 04 Maret 2021 | 14:51 WIB
Jokowi Ajak Masyarakat Benci Produk Asing, Ini Kata Mendag
Presiden Jokowi / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden RI]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan yang cukup mengagetkan dalam acara Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2021, dalam pidatonya tersebut Jokowi meminta masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai produk dalam negeri dan membenci produk asing.

Menanggapi hal ini Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku cukup merasa tertantang dengan pernyataan sang Presiden, pasalnya kata dia untuk bisa mencintai produk dalam negeri harus didahului dengan kualitas produk itu sendiri, sehingga memiliki bargaining position yang baik bagi 270 juta penduduk Indonesia.

"Consumer Indonesia yang 270 juta ini adalah consumer yang penting dan consumer yang bisa memberikan nilai tambah, nilai bargaining position terhadap negara lain terhadap barang buatan Indonesia," kata Lutfi dalam konfrensi pers pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dikutip dari YouTube, Kemendag, Kamis (4/3/2021).

Lantas bagaimana caranya untuk memberikan kualitas produk Indonesia agar lebih disukai konsumen lokal ketimbang barang impor?

"Kita akan memberikan nilai tambah, (agar) barang Indonesia dapat bersaing dengan barang impor. Harapannya dengan begitu pelaku-pelaku industri, usahawan kita baik pelaku besar maupun kecil dapat menjadi suplier terhadap rakyat Indonesia," katanya.

Tak hanya itu branding terhadap produk dalam negeri, kata Lutfi akan dinaikkan sehingga selera masyarakat untuk membeli produk lokal menjadi ada.

"Pastikan kalau merek-merek di Indonesia menjadi primadona di mal-mal, kita akan atur aturannya supaya orang Indonesia bangga membeli produk Indonesia dan mengembangkan industri Indonesia," katanya.

Sebelumnya Jokowi meminta seluruh pemangku kepentingan untuk mengagungkan cinta produk Indonesia. Bukan hanya itu dia juga meminta agar didorong kampanye untuk benci produk asing.

"Karena penduduk Indonesia, penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa. Seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk sendiri," ucapnya.

Oleh karena itu Jokowi meminta untuk kembali digaungkan cinta produk Indonesia ditambah juga dengan benci produk asing.

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," tegasnya.

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ajak Warga Benci Bikinan Asing, Jokowi: Produk Indonoesia Harus Digaungkan!

Ajak Warga Benci Bikinan Asing, Jokowi: Produk Indonoesia Harus Digaungkan!

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 13:06 WIB

Jokowi: Indonesia Tak Boleh Jadi Korban Perdagangan Digital yang Tak Adil

Jokowi: Indonesia Tak Boleh Jadi Korban Perdagangan Digital yang Tak Adil

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 12:37 WIB

Sebut 10 Juta Pengangguran Imbas Pandemi, Jokowi: Kuncinya Ada di Investasi

Sebut 10 Juta Pengangguran Imbas Pandemi, Jokowi: Kuncinya Ada di Investasi

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 12:35 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB