Sinergi Pembentukan Ekosistem Perlu untuk Kembangkan UMKM Pasca Pandemi

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 05 Maret 2021 | 19:32 WIB
Sinergi Pembentukan Ekosistem Perlu untuk Kembangkan UMKM Pasca Pandemi
Ilustrasi UMKM. (Dok : BRI)

Suara.com - Pembentukan ekosistem untuk melayani Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang baik dan terkoordinasi sangat diperlukan, demi memutus rantai ketergantungan pelaku usaha terhadap rentenir. Hal yang harus diperhatikan dalam membentuk ekosistem layanan UMKM ini adalah jaminan adanya pemenuhan kebutuhan keuangan yang cepat, mudah, dan murah.

Berdasarkan data yang dihimpun BRI dari Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 57 juta orang. Dari jumlah itu, baru 15 juta pelaku UMKM yang mendapat layanan keuangan formal (bank, tekfin, perusahaan gadai).

Sisanya, ada 30 juta pelaku UMKM masih mendapat layanan keuangan dari rentenir atau mengandalkan bantuan kerabatnya, kemudian 18 juta pelaku UMKM belum terlayani lembaga keuangan formal dan informal.

Untuk membantu pelaku usaha kecil yang belum terlayani tersebut, maka ekosistem UMKM harus dibentuk. Pembentukan ekosistem dapat mengerek jumlah UMKM yang terlayani lembaga keuangan formal, dan berujung pada semakin luasnya peluang usaha mikro dan kecil untuk segera naik kelas dan berkembang.

Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam webinar yang bertajuk “Prospek BUMN 2021 Sebagai Lokomotif PEN dan Sovereign Wealth Fund”, yang diselenggarakan Universitas Indonesia, Kamis (4/3/2021) menjelaskan bahwa kecepatan dan kemudahan proses kredit adalah yang dibutuhkan UMKM, apabila ada orang pinjam Rp5 juta saja, kemudian mendapatkan bunga 5-10 persen, tidak terlalu penting (bagi mereka). Yang terpenting bagi mereka adalah cepat (proses kreditnya).

“Untuk menggerakan ini semua, kita bangun ekosistem UMKM yang bisa menyasar 18 juta (pelaku UMKM unbankable), lalu memindahkan (pelaku UMKM pengguna jasa) rentenir ke lembaga pembiayaan formal. Dengan cara kerja cepat dan mudah-lah transformasi yang dilakukan oleh BRI,” ujarnya.

Upaya mendorong UMKM agar terus berkembang dan bertahan hidup di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19, harus dilakukan dengan mengandalkan sinergi atau kerjasama antar pihak. Menurut Sunarso, penyaluran tiga jenis stimulus dari pemerintah selama ini, yakni government spending, government investment dan government guarantee, sebenarnya sudah cukup membantu menggerakkan perekonomian nasional dan pelaku UMKM.

Akan tetapi harus disadari ada 4 faktor yang harus dipenuhi demi menjamin lancarnya penyaluran berbagai stimulus itu. Pertama, sumber dana harus terjamin.

Kedua, data penerima wajib terjamin. Ketiga, sistem penyaluran yang kredibel. Terakhir, sumber daya manusia untuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

baca juga

Sunarso berkata, selama ini, BRI sudah membantu menyediakan 3 dari 4 faktor kunci penyaluran stimulus tersebut. Pemenuhan faktor-faktor itu disebutnya bukan hal yang sederhana, namun terbukti bisa dilakukan dengan baik oleh BRI.

Hal ini terlihat dari penyaluran stimulus yang telah dilakukan BRI pada akhir 2020, yang mana BRI berhasil merestrukturisasi pinjaman mencapai Rp186,6 triliun untuk 2,8 juta nasabah. Subsidi bunga senilai Rp4,7 triliun juga sudah disalurkan BRI untuk 6,57 juta debitur.

Setelah itu, BRI membantu penyaluran BPUM dengan nilai total Rp18,6 triliun untuk 7,7 juta pelaku usaha mikro. Ada KUR Super Mikro ini disalurkan dengan nilai mencapai Rp8,66 triliun untuk 986 ribu penerima, sementara subsidi gaji mencapai Rp6,45 triliun untuk 5,38 juta penerima.

Ke depan, BRI optimistis, penyaluran kredit dan layanan keuangan bagi UMKM serta masyarakat bisa terus tumbuh. Syaratnya, harus ada sinergi dan kerjasama yang dibangun untuk mendorong terciptanya permintaan kredit dari masyarakat.

“Hal paling penting adalah memulihkan (perekonomian) jangan bergantung (stimulus) terus menerus. Perlu dilakukan orkestrasi dari berbagai faktor untuk mendorong pertumbuhan kredit sehingga bisa mendorong pertumbuhan GDP atau ekonomi,” tutup Sunarso.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semangat Tinggi, Mantri BRI Bangkitkan dan Selamatkan UMKM

Semangat Tinggi, Mantri BRI Bangkitkan dan Selamatkan UMKM

Bisnis | Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:59 WIB

Kredit dan Pencadangan Terjaga, BRI Berpotensi Berkembang Pesat di 2021

Kredit dan Pencadangan Terjaga, BRI Berpotensi Berkembang Pesat di 2021

Bisnis | Rabu, 03 Maret 2021 | 15:51 WIB

BRI Kembali Turunkan Suku Bunga Kredit, Simak Rinciannya!

BRI Kembali Turunkan Suku Bunga Kredit, Simak Rinciannya!

Bisnis | Selasa, 02 Maret 2021 | 16:19 WIB

Kemendag Gandeng BRI Biayai Sistem Resi Gudang

Kemendag Gandeng BRI Biayai Sistem Resi Gudang

Bisnis | Senin, 01 Maret 2021 | 07:43 WIB

Pengundian BritAma FSTVL Hadirkan Pesta Hiburan dan Hadiah

Pengundian BritAma FSTVL Hadirkan Pesta Hiburan dan Hadiah

Bisnis | Sabtu, 27 Februari 2021 | 19:44 WIB

Waspada Skimming, Ini Tips Aman Bertransaksi Perbankan Saat Pandemi

Waspada Skimming, Ini Tips Aman Bertransaksi Perbankan Saat Pandemi

Bisnis | Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:21 WIB

Terkini

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

×